Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Dewa Nyoman Sukrawan mengatakan, untuk mengenang peristiwa pengambilalihan secara paksa Kantor DPP PDIP di jalan Diponogoro 50 Jakarta pusat itu, jajaran partainya dari DPC, PAC dan Ranting, termasuk anggota Fraksi PDIP di DPRD Buleleng melakukan penaburan bunga ke laut, didahului dengan doa serta menyanyikan lagu kebangsaan Padamu Negeri.
Selanjutnya dikemukakan, PDIP tetap komitmen dalam perjuangannya sejak awal, kendati berbagai tantangan, cobaan yang dihadapi partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
Menurut Dewa Sukrawan yang juga Ketua DPRD Buleleng itu, partainya akan tetap berjuang untuk masyarakat bawah, wong kecil dengan menjunjung tinggi proses demokrasi.
Kegiatan mengenang korban perisiwa yang terjadi 15 tahun lalu itu, adalah sebagai wujud rasa solidaritas atas perjuangan tokoh-tokoh pendahulu yang dengan gigih berjuang membela kebenaran maupun perjuangan partai.
Dia berharap, ke depan tidak akan lagi terjadi peristiwa-peristiwa yang memprihatinkan yang gara-gara perbedaaan pilihan hingga akhirnya terjadi perselisihan, seperti yang pernah terjadi di Buleleng.
Dewa Sukrawan yang juga balon Bupati Buleleng ini, mengajak masyarakat, untuk menghargai adanya perbedaaan pendapat, sehingga ke depan akan tercipta suasana yang penuh kedamaian.
Bahkan dia tidak akan mempermasalankan rekomendasi yang akan diberikan DPP sebagai balon Bupati Buleleng 2012, dan dia akan siap mendukung siapapun yang mendapat rekomendasi," tandasnya.
Dewa Nyoman Sukrawan telah diusulkan oleh DPC ke DPD PDIP Bali sebagai balon Bupati bersama dengan Putu Agus Suradnyana yang anggota DPRD Bali dan Made Arga Pynatih yang Wakil Bupati Buleleng serta Jro Nyoman Ray Yusha (non kader).
"Selaku kader saya akan siap apa yang menjadi keputusan DPP nanti dan jika itu kader lain yang mendapat rekomendasi dia akan siap mendukung bahkan memenangkannya, "tambah Dewa Sukrawan yang kini terus turun kemasyarakat.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.