Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga bergerak naik 11,14 poin menjadi 1.014,80.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan IHSG mengalami tekanan kemarin, saat sebagian pelaku pasar kembali melakukan aksi beli dengan memanfaatkan harga saham yang telah rendah.
"Harga saham yang terbilang rendah dimanfaatkan investor untuk kembali diakumulasi," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, investor mesti tetap waspada mengingat masih ada sentimen negatif eksternal berkenaan dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang dapat berimbas pada perdagangan global, termasuk Indonesia.
"Adanya upaya dari pemerintah untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara sahabat dan lainnya diharapkan dapat mengimbangi sentimen eksternal itu sehingga pergerakan IHSG terjaga," katanya.
Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan di tengah keterbatasan sentimen positif yang beredar, membaiknya pasar saham global menjadi salah satu penopang bagi pergerakan IHSG. (WDY)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.