Bangli (Antara Bali) - Penjualan sayur-mayur  pascabentrok Desa Songan, Kecamatan Kintamani dengan Banjar Kawan, Kota Bangli, Kabupaten Bangli, Bali yang merenggut seorang korban jiwa kini kembali lancar, seperti santikala.

"Tidak ada pengaruh bentrok, penjualan produk holtikultura seperti aneka sayur mayur masih berjalan lancar, " kata I Nengah Selamet, salah seorang petani sayur asal Desa Songan, Rabu.

Lancarnya penjualan itu, kata dia karena sayur itu tidak dipasarkan di Kota Bangli, melainkan dipasok ke pasar Gianyar, Pasar Pancasari, Baturiti, Tabanan serta kota Denpasar.

Selain itu, kata dia banyak juga pembeli dari luar Desa Songan yang datang langsung ke petani  untuk membeli hasil pertanian warga petani.

"Saya yakin jika hingga saat ini kondisi ekonomi warga masih berjalan sebagaimana mestinya," katanya.

Bukan hanya sayur mayur, sejumlah hasil pertanian dan perikanan juga stabil, karena pemasarannya lebih banyak ke luar dari kota Bangli.

Khusus untuk bisnis di Kota Bangli, kata Slamet, pihaknya masih belum siap karena situasi dan konsisi belum normal.  

Kendatipun, ada  imbauan warga kota agar para pedagang Desa Songan kembali melakukan aktivitasnya, Selamet mengatakan memang sudah ada beberapa pedagang yang mulai melakukan aktivitasnya, namun jumlahnya masih belum normal.      

Menurut Selamet, pada intinya warga Songan masih belum siap untuk secara penuh melakukan aktivitas bisnis di Kota Bangli dengan pertimbangan masalah keamanan.

"Meski ada imbauan dari tokoh Bangli, namun hingga saat ini kami masih belum mendapatkan jaminan dari pihak berwajib," katanya.

Khusus untuk pasokan bahan galian C seperti pasir dan batu, jelas Slamet  semuanya berjalan sebagaimana mestinya.

"Hal ini akibat lalu lintas untuk mengangkut bahan galian C tidak melintasi kota Bangli, namun menggunakan jalur lain seperti lewat ke Payangan, Gianyar atau Tampaksiring," katanya.

Dia tidak memungkiri sebelumnya Galian C memang sempat terganggu sehari, namun kini telah berjalan normal.(*)




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026