Amlapura (Antara Bali) - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang dialokasikan di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengalami kerusakan komponen hanya 15 unit dari total 120 unit.

Kepala Bappeda Karangasem I Wayan Arthadipa di Amlapura, ibu kota Kabupaten Karangasem, Senin mengatakan, bantuan PLTS 50 watt dari Kementerian PDT tahun 2008 di Kecamatan Kubu dialokasikan di Dusun Cegi, Desa Ban 52 unit dan Dusun Pengalusan sebanyak 53 unit.  

"Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi ditemukan kerusakan PLTS  di Dusun Cegi sebanyak 15 unit akibat gangguan pada elemen transistor dan pada aki-nya. Memang sejumlah komponen peralatannya sulit diperoleh sehingga menjadi kendala dalam memperbaiki," kata Arthadipa didampingi Kabid Penanaman Modal Karangasem Ni Ketut Rai dan Kasi Penanaman Modal, I Komamg Ariawan.

Ia menegaskan, kerusakan hanya 15 unit, bukan seperti yang diberitakan di media sebelumnya sebanyak 455 unit.

Camat Kubu, I Ketut Arta Sedana mengatakan, kerusakan itu juga akibat kondisi cuaca yang ada tidak menentu dan sering mendung sehingga PLTS memang tidak bisa dimanfaatkan.

Namun bila cuaca terang, kata dia, maka panel bisa menyerap energi panas dan menyimpan dalam aki untuk bisa menghidupkan listrik sebesar 12 watt setiap PLTS.

"Kami mohon paket bantuan PLTS bisa diberikan yang paket terpadu dengan kapasitas 500 watt sampai 1.000 watt dengan sistem menggunakan empat panel dijadikan satu grup pada masing-masing panel menggunakan aki (accu) sebesar 200 watt dengan kemampuan jangkau melingkupi 5-10 KK," katanya.

Alternatif lainnya, kata Arta Sedana, jika memungkinkan akan direncanakan untuk mengusulkan agar ada jaringan PLN yang bisa masuk melalui jaringan sepanjang 3?4 kilometer dipinggir jalan utama, yang akan ditindaklanjuti dengan penyambungan ke rumah-rumah oleh masyarakat setempat.

Arthadipa menambahkan, kedua model usulan tersebut akan ditempuh jika salah satunya lebih dahulu ada yang turun, maka alternatif itu juga akan direalisasikan nantinya.

"Untuk peralatan listrik tenaga surya yang rusak kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait," katanya.(*)




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026