Satu warga saja yang menunggak, semua masyarakat yang berhak menerimanya dalam satu desa tidak mendapat jatah beras murah ini, kata Ketua Satgas Kerja Raskin Bulog Devisi Bali Drs Wayan Suyasa, di Denpasar, Senin.
Tindakan tegas itu diberlakukan, guna menghindari adanya tunggakan seperti yang pernah dialami beberapa waktu lalu. "Sekarang pembayaran uang untuk beras murah di daerah pedesaan sangat lancar," kata dia.
Kondisi itu menyebabkan realisasi beras untuk masyarakat miskin (raskin) di daerah Bali untuk jatah Juli 2011 sebanyak 1.437 ton dari rencana 2.000 ton, sehingga seluruhnya sejak Januari sudah mencapai 12.990 ton.
Lancar pembagian raskin kepada masyarakat yang berhak menerimanya di daerah ini, ikut andil dalam menstabilkan harga beras di pasaran, sehingga tidak terlalu bergejolak dalam menghadapi hari-hari raya keagamaan di Bali.
Menjelang bulan puasa di daerah ini, persediaan beras di gudang-gudang Bulog di Bali jumlahnya memadai dan mencukupi persediaan untuk beberapa bulan ke depan, sedangkan di pasaran masih sangat stabil.
Masyarakat Bali khususnya umat Hindu baru habis merayakan Galungan dan Kuningan tentu memerlukan banyak beras sebagai bahan upakara ritual, namun persediaan maupun harga beras di pasaran tetap stabil.
Ia mengatakan, penyaluran sekitar 2.000 ton raskin kepada masyarakat di daerah pedesaan maupun yang ada di kota setiap bulan, ditambah hasil panen petani dan lancarnya perdagangan antarpulau menyebabkan harga tidak bergejolak.
Beras murah yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu cukup lancar, karena harga yang dipatok pemerintah sangat murah yakni hanya Rp1.600 per kilogram, sedangkan di pasaran mencapai Rp5.000 per kilogram.
Suyasa mengatakan, kelompok masyarakat penerima beras murah harus membayar sesuai waktu yang ditetapkan, dan jika terlambat, beras tidak dikirimkan, oleh sebab itu rakyat antusias membelinya dengan tunai.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.