Turis asing ke Bali, umumnya menginginkan ketenangan batin, mengingat di negerinya sudah sibuk dari berbagai aktifitas yang sangat melelahkan, kata pengamat pariwisata Bali Drs Dewa Nyoman Putrawan di Denpasar Sabtu.
Ia menyebutkan sesuai data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali bahwa jumlah turis asing yang terbang langsung dari negerinya ke pulau Dewata selama Januari-Juni 2011 mencapai angka 1.271.470 orang.
Jumlah kedatangan itu bertambah hingga 10,95 persen jika dibandingkan periode enam bulan pertama 2010 yang hanya tercatat 1.146.028 orang, jadi Bali masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat internasional.
Dewa Nyoman Putrawan yang juga seorang seniman tari dan tabuh ini menilai Bali yang dijuluki pulau Seribu Pura ini tetapi menarik turis asing sebagai tempat berlibur berkat seni budaya dan keindahan alamnya.
Masyarakat Bali yang sering melakukan aneka ragam upacara adat mampu menyuguhkan suasana hening, maka tidak mengherankan jumlah kunjungan turis asing yang terbang langsung dari negara ke Bali bertambah banyak.
Disamping itu, kata dia faktor keamanan dan kenyamanan selama berada di Bali juga penting diperhatikan semua pihak tidak saja menyangkut petugas keamanan, pengusaha terkait dan masyarakat lingkungannya.
Ia menggambarkan, turis asing yang mencari ketenangan di Bali bisa disaksikan, mereka (wisatawan-red) sekarang lebih senang menginap di hotel atau vila yang ada di pinggir sungai (jurang) atau di lereng tebing yang kebanyakan ada di pedesaan.
Ia mengatakan, prilaku wisatawan mulai berubah, sekitar tahun 1980-an masyarakat internasional yang berlibur ke Bali umumnya menyenangi penginapan yang berlokasi di pantai baik itu di Kuta, Sanur maupun Nusa Dua.
Kini sudah beralih ke bangunan vila yang muncul menjamur di daerah persawahan di daerah ini sehingga tidak mengherankan kalau lahan produksi yang berubah fungsi sekitar seribu hektare setiap tahunnya di Bali.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.