"Sampai saat ini korban mencapai tujuh orang, tapi kami masih mendata korbannya. Biarkan, kami bekerja dulu," kata Kepala Bagian Binamitra Polres Bangli, AKP Agung Dewa Rai.
Selain korban luka, kata Dewa Rai, pihaknya mengaku hingga Selasa malam masih mendata identitas salah seorang warga Songan yang meninggal akibat bentrok itu.
"Sabar ya, kami masih bekerja. Yang terpenting, warga Songan sudah kembali ke desanya dengan dikawal pasukan Brimob Polda Bali. Situasi sudah kondusif," jelasnya.
Salah seorang warga, AA Bagus mengatakan, kejadian bentrok warga tersebut merupakan kali pertama di Bangli. Tanda-tanda bakal terjadinya hal itu sudah tertlihat sejak beberapa minggu lalu.
Api dendam antara warga Songan dengan warga Kawan dibiarkan membara. Tanpa dicarikan solusi untuk mencairkan susana, lalu diperparah lagi oleh keterlambatan kedatangan petugas keamanan di TKP.
Semestinya setelah ada tanda-tanda, petugas bersenjata lengkap langsung dihadirkan, sehingga bentrok fisik tidak sampai terjadi.
Begitu pula dengan penanganan oleh pemerintah, gejala tidak baik sudah terlihat sejak tiga minggu lalu.
Saat kejuaraan sepak bola Gita Santi antara Songan bertemu dengan Purwaka Banjar Kawan. Setelah permainan selesai sempat terjadi saling ejek antar-suporter.
Polisi yang mengawal suporter dari Songan telah mengarahkan agar iring-iringan kendaraan melalui Jalan Merdeka dan Nusantara. Tidak melalui Jalan Ngurah Rai.
Namun, belasan pemuda asal Songan memaksa menerobos masuk ke arah utara dan akhirnya terjadi bentrok fisik. Meski begitu, pemerintah kurang tanggap dan tidak mempertemukan tokoh masyarakat dari kedua daerah.
Akibatnya, bentrok susulan kembali terjadi. Tetapi kini bukan lagi antara warga Banjar Kawan dengan Songan, namun melibatkan seluruh warga di kota.
"Jika masalah ini tidak segera dicairkan, maka kejadian sama bisa saja terulang lagi," ucap AA Bagus.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.