Analis Monex Investindo Futures Yulia Safrina mengatakan kurs dolar AS melemah meski bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen hingga 1,50 persen.
"Pesimisme pasar pada peluang kenaikan suku bunga AS pada tahun 2018 membuat dolar AS melemah," katanya.
Menurut dia, kenaikan suku bunga AS itu juga sesuai perkiraan pelaku pasar dan dampaknya sudah diantisipasi sehingga tidak menimbulkan gejolak di pasar mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Ia mengatakan fokus pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada proyeksi kebijakan moneter bank sentral Inggris (BoE) dan bank sentral Eropa (ECB) setelah proyeksi kebijakan moneter The Fed semalam.
Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan untuk tahun 2018, The Fed memberikan sinyal akan menaikkan tiga kali lagi suku bunga acuannya seiring dengan penguatan ekonomi Amerika Serikat. (WDY)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.