New York (Antara Bali/Xinhua) - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah calon ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bahwa dia memperkirakan bank sentral akan melanjutkan pengetatan moneter dan mengurangi beban peraturan pada sistem keuangan.

"Jika disahkan, saya akan berusaha, bersama dengan rekan-rekan saya, untuk mendukung kemajuan ekonomi yang terus berlanjut menuju pemulihan penuh," kata Powell dalam sambutannya yang disampaikan pada sidang konfirmasi pencalonannya di Senat pada Selasa (28/11).

"Kami memperkirakan suku bunga akan naik agak jauh dan ukuran neraca kami sedikit demi sedikit menyusut," tambah dia.

Powell, yang saat ini menjadi anggota Dewan Gubernur the Fed, dinominasikan oleh Trump untuk mengganti Ketua Fed Janet Yellen, yang masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2018. Dia diperkirakan akan mendapat pengesahan yang mulus di Senat.

Di sisi ekonomi, defisit perdagangan internasional mencapai 68,3 miliar dolar AS pada Oktober, naik 4,2 miliar dolar AS dari 64,1 miliar dolar AS pada September, Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Selasa (28/11).

Sementara itu, indeks harga rumah nasional AS dari S&P CoreLogic Case-Shiller dilaporkan naik 6,2 persen secara tahunan pada September, meningkat dibandingkan 5,9 persen di bulan sebelumnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,45 persen menjadi 93,318 pada akhir perdagangan. (WDY)


Pewarta: Antara News
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026