Denpasar (Antara Bali) - Kapal pesiar Sun Princess yang mengangkut 2.081 wisatawan berasal dari sejumlah negara, akhirnya memilih berlabuh di kawasan perairan Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar, Sabtu.

Manager Cruise Asia by Destination Asia, Ketut Sidia Yasa di Benoa mengatakan, kapal tersebut hanya berlabuh satu hari dan selanjutnya pada malam harinya melanjutkan perjalanan menuju Australia.

"Kapal ini memang rencananya berlabuh di Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem, namun pertimbangan apa dari kru kapal saya tidak tahu, akhirnya memilih berlabuh di perairan Benoa. Kapal ini hanya berlabuh sehari saja setelah mengunjungi sejumlah negara di Asia," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sebagai operator tur (perjalanan) selama di Bali akan mengajak mengunjungi sejumlah objek di Pulau Dewata, antara lain wisata Kota Denpasar, wisata Taman Gajah di Desa Taro Kabupaten Gianyar, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Kuta serta bermain rafting di Carangsari Kabupaten Badung.

"Dengan jumlah wisatawan sebanyak itu, kami sebelumnya sudah membuatkan jadwal dan mengelompokan tujuan wisatawan yang dikunjungi sesuai keinginan dari wisatawan tersebut," ucapnya.

Yasa mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara lewat laut kali ini termasuk cukup banyak dan semua wisatawan sangat antusias untuk dapat singgah di Bali.

"Kedatangan wisatawan ini sebagian besar dari negara Australia dan negara Asia. Mereka sangat tertarik melihat keindahan alam Bali," kata Yasa sembari sibuk memandu wisatawan yang baru keluar dari kapal boat tersebut.

Sementara General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa Iwan Sabatini membenarkan kapal tersebut sebelumnya berencana akan berlabuh di Pelabuhan Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem.

"Namun setelah tim Carnival melakukan inspeksi baik ke Benoa maupun Tanah Ampo memutuskan untuk berlabuh di perairan Benoa," katanya.

Ia mengatakan, padahal sebelumnya di Pelabuhan Tanah Ampo pihaknya sudah mempersiapkan segala keperluan menyambut kedatangan kapal pesiar yang panjangnya (LOA) 261 meter itu.

"Kami sudah sebelumnya mempersiapkan segala keperluan di dermaga Tanah Ampo. Tetapi pihak tim Carnival memutuskan untuk berlabuh di Benoa," ucapnya.

Bahkan, kata dia, tim Carnival sudah sempat meninjau Pelabuhan Tanah Ampo. Mereka memuji kesiapan termasuk pemandangan sekitar pelabuhan tersebut.

"Sekali lagi soal berlabuh kapal itu di Benoa adalah keputusan dari tim Carnival," kata mantan Humas Pelindo III Tanjung Perak, Surabaya ini.

Sesuai jadwal kedatangan kapal "cruise" pada tahun 2012 di Indonesia sekitar 215 dan jumlah penumpang mencapai 137.279 orang.      

Berdasarkan angka kunjungan wisata tahun 2011 dari kapal pesiar meliputi Bali mencapai 50.230 atau 44 persen, Jawa 23.027 (20 persen) dan Nusa Tenggara 28.338 (25 persen).

Begitu juga yang masuk ke pelabuhan di Sulawesi 3.862 atau tiga persen, Sumatra 3.862 (3 persen), Papua 1.350 (1 persen), Kalimantan 800 (1 persen) dan Maluku 646 (1 persen).(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026