Turis asing dalam melakukan transaksi penukaran valas selama triwulan I-2011 sebanyak 162,3 juta dolar AS, atau naik 11,18 persen (y-t-y), kata Pimpinan Bank Indonesia Denpasar, Jeffrey Kairupan, dalam laporannya, Minggu.
Besar transaksi valas oleh masyarakat internasional mulai dari menginjakkan kakinya dalam memenuhi keperluannya selama di Bali, memberikan andil besar dalam memajukan pertumbuhan perekonomian masyarakat.
Semakin banyak kedatangan turis asing ke Bali, selain bertambah banyak penukaran valas, juga berpengaruh besar terhadap penerimaan visa kunjungan (Visa On Arrival-VOA) yang dipungut dari turis asing saat tiba di Bali.
Penerimaan visa kunjungan dari turis luar negeri yang sebagian besar mengaku berlibur ke Bali sebanyak 12 juta dolar AS Triwulan I (Januari-Maret) 2011, bertambah 11,6 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya.
Dalam laporan statistik ekonomi keuangan daerah Provinsi Bali disebutkan bahwa, penerimaan dari orang asing yang berpelesiran itu cukup bagus jika dibandingkan kondisi ekonomi internasional yang ada.
Pemasukan dari sektor pariwisata itu dibayarkan oleh sekitar 482.670 orang yang wajib membayar VOA saat menginjakkan kakinya di Bali, sebab tidak semua wisatawan mancanegara yang datang ke daerah ini membayar VOA.
Ada tiga pintu masuk turis asing yang datang langsung dari luar negeri ke Bali, yakni lewat pelabuhan laut Padangbai, Tanjung Benoa dan Bandara Ngurah Rai, nasmun didominasi turis ke pulau ini lewat udara.
Besarnya penerimaan dari turis asing yang melakukan perjalanan wisata ke Bali, tentu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini masih mengandalkan dari sektor pariwisata, industri kecil dan pertanian.
Banyak pemasukan dari sektor pariwisata, karena turis luar negeri yang berlibur ke Pulau Dewata umumnya lebih dari seminggu, sehingga pembayaran VOAnya juga lebih besar maka angka penerimaannya tinggi.
Sektor pariwisata yang menyangkut pada bidang perdagangan, hotel dan restoran memberikan andil sebesar 8,23 persen dalam pertumbuhan merupakanm yang terbesar jika dibandingkan sektor lainnya.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.