"Kegiatan yang akan berlangsung di LPP RRI itu merupakan upaya menggali potensi seni budaya di masing-masing daerah di Tanah Air," kata Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI Adnan Iskandar, di Singaraja, Kamis.
Usai bertemu Bupati Buleleng Putu Bagiada terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, ia mengatakan selain menggali potensi seni budaya, juga untuk meningkatkan pencitraan lembaga penyiaran publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.
"Sedikitnya 12 kota di Indonesia akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut, dengan melibatkan 200 hingga 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, pelaku maupun tokoh seni dan budayawan," katanya.
Ia mengatakan, ada empat jenis lomba dalam PKN yang telah dilaksanakan sejak Februari 2011, antara lain lomba cipta lagu, tari dan lomba kerajinan.
"Peserta dalam puncak acara tersebut adalah para juara I sampai III di masing-masing kota yang akan memperebutkan peringkat paling baik dari masing-masing lomba," ujarnya.
Adnan Iskandar mengatakan, untuk mewarnai PKN tersebut, direncanakan akan digelar seminar nasional bertema "Pemberdayaan masyarakat dalam menumbuhkan industri kreatif berbasis budaya dan pariwisata" dengan nara sumber Menbudpar Jro Wacik.
Bupati Buleleng Putu Bagiada memberikan tanggapan positif atas upaya yang dilakukan LPP RRI, terutama menggali kreativitas dan potensi daerah di bidang seni budaya maupun kerajinan.
Bupati menilai RRI Singaraja selama ini telah memberikan kontribusi positif kepada pemerintah daerah dalam memberikan informasi kepada masyarakat khususnya mengenai pembangunan di segala bidang.
Untuk itu, kata dia, Pemkab Buleleng akan selalu mendukung program yang dilaksanakan oleh lembaga penyiaran publik tersebut.
"Dengan semakin menipisnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat, RRI merupakan media tepat untuk menggaungkan kembali nilai-nilai kehidupan kebangsaan yang sesuai dengan Pancasila melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya termasuk PKN," katanya. (*)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.