Borobudur (Antara Bali) - Para pedagang cendera mata di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyiapkan stok barang untuk dijual kepada wisatawan selama masa libur sekolah 2011.

Wakil Ketua Forum Rembuk Klaster Pariwisata Borobudur, Basiyo, di Borobudur, Minggu, mengatakan, para pedagang telah menyiapkan stok yang jumlahnya mencukupi untuk dijual selama masa liburan sekolah mendatang.

"Setiap pedagang tambahan stoknya bervariasi antara 50 hingga 60 persen per item," katanya.

Ia tidak secara rinci menyebut jumlah stok barang pada hari biasa dibandingkan dengan saat masa liburan, sesuai dengan kebiasaan aktivitas wisata di candi itu.

Tetapi, menurut dia, semua pedagang, baik pengasong maupun pedagang dengan lapak menambah stok barang, khususnya untuk dijual kepada anak-anak sekolah yang berlibur ke Candi Borobudur.

Ia menyebutkan sejumlah cendera mata yang biasanya disukai anak-anak sekolah yang berwisata ke Candi Borobudur antara lain kaos seharga antara Rp15.000 hingga Rp20.000, gelang dan kalung dari bambu Rp1.000-Rp2.000, gasing Rp5.000, manik-manik bambu Rp5.000-Rp10.000.

Selain itu, kata Basiyo yang juga salah satu grosir cendera mata untuk pedagang di Candi Borobudur itu, miniatur Candi Borobudur Rp20.000-Rp50.000, patung Buddha Rp15.000-Rp25.000, dan patung fiber Candi Borobudur Rp5.000.

"Itu harga dasarnya, tetapi di lapangan biasanya terjadi tawar menawar," katanya.

Ia menyatakan optimistis pada musim liburan sekolah 2011 Candi Borobudur akan ramai kunjungan terutama rombongan anak sekolah.

"Kami optimistis akan ramai, sehingga berani menambah stok, supaya tidak kehabisan saat puncak keramaian karena liburan panjang ini kesempatan kami mendapatkan keuntungan yang lebih baik," katanya.

Jumlah pedagang dan pengasong di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur saat ini, katanya, sebanyak 1.575 pedagang menggunakan lapak dan 1.595 pengasong.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026