Negara (Antara Bali) - Bupati Jembrana I Putu Artha minta keberadaan rumah tangga miskin (RTM) tidak dijadikan objek program tanpa dibarengi dengan pemberdayaan untuk membebaskan mereka dari kemiskinan.

Bupati menyampaikan hal tersebut saat menerima rombongan Satuan Kerja Pemantau Bangunan dan Lingkungan (PBL) yang dipimpin Agung Budi, di Negara, ibu kota Kabupaten Jembrana, Senin.

Agung Budi mengatakan, untuk program pelaksanaan tahun anggaran 2008/2009, target Jembrana sudah tercapai seluruhnya.

Menanggapi itu, Bupati Artha mengatakan, rasa terima kasih atas perhatian dari PBL yang membantu mempercepat proses pembangunan dan peniadaan kemiskinan di Kabupaten Jembrana.

"Pada prinsipnya saya setuju dengan program tersebut, namun yang lebih penting dilakukan adalah bagaimana kita bersama-sama mengawal RTM, sehingga mereka bisa keluar dari jurang kemiskinan," kata Artha.

Menurut dia, supaya hal itu tercapai, sebelum mengucurkan bantuan, PBL harus melakukan pendataan dengan cermat karena kebutuhan masing-masing RTM berbeda-beda.

"Saya khawatir jika pendataan kebutuhan hanya dilakukan lewat paruman atau rapat di desa pekraman saja, bantuan yang diberikan tidak bermanfaat bagi RTM yang menerimanya karena tidak sesuai dengan kebutuhannya," ujarnya.

Pendataan yang cermat juga bermanfaat untuk menghindari adanya RTM yang mendapatkan bantuan ganda.

Orang nomor satu di Jembrana itu juga meminta pihak PBL tidak memaksakan jumlah penerima bantuan hanya untuk terpenuhinya target program.

Untuk program bedah rumah, kata dia, seharusnya rumah yang dibedah kondisinya memang sudah tidak layak huni.

"Jangan rumah masih layak huni dipaksakan untuk dibedah, sementara ada warga yang huniannya tidak layak  malah tidak tersentuh," katanya.

Artha menilai, untuk mencapai program yang tepat sasaran itu,  kuncinya adalah pendataan yang cermat serta lengkap terkait penerima bantuan.

Sementara Agung mengatakan, untuk tahun anggaran 2008/2009, pihaknya telah melakukan bedah rumah sebanyak 140 unit, membangun 22 unit MCK, rabat beton sepanjang 130 meter, memberikan dana bergulir sebanyak 27 paket dan pemberian makanan tambahan untuk lansia sebanyak 31 paket.

"Dana yang dikucurkan untuk bantuan di 24 desa pekraman se-Jembrana, pada saat itu sebanyak Rp2,4 miliar," katanya.(*)



Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026