Denpasar, (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali memberikan beasiswa kepada 500 orang mahasiswa yang kuliah di berbagai fakultas perguruan tinggi di Pulau Dewata yang kurang peminatnya, dengan anggaran sebesar Rp1 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali Ida Bagus Anom di Denpasar, Rabu, mengatakan, pendistribusian beasiswa itu tidak saja dilakukan kepada perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi juga perguruan tinggi swasta (PTS).

"Pemprov Bali memang tidak hanya menyasar mahasiswa di fakultas langka peminat yang berstatus PTN. Mahasiswa di PTS juga diberikan hak yang sama untuk menikmati kucuran beasiswa tersebut," katanya.

Untuk kepentingan itu, kata dia, pihaknya akan secepatnya melakukan inventarisasi terhadap fakultas-fakultas kurang peminat, baik di PTN maupun PTS yang ada di Bali.

Ia mengatakan, untuk mendaftarkan fakultas-fakultas kurang peminat yang dikelolanya. Tentunya, tidak semua permohonan dari PTN/PTS yang masuk akan diluluskan.

"Sebelum menetapkan apakah sebuah fakultas di PTN/PTS layak dikategorikan langka peminat, kami akan melakukan verifikasi terlebih dahulu ke lapangan. Jika dinilai layak, maka mahasiswa di fakultas tersebut akan diberikan beasiswa," kata dia.

Dikatakan, bila peminatnya melebihi kuota yang disediakan oleh Pemprov Bali, maka mahasiswa dari keluarga miskin yang lebih diprioritaskan untuk menerima beasiswa tersebut.

"Kami akan membentuk semacam tim untuk melakukan inventarisasi maupun verifikasi ke PTN/PTS di Bali," katanya.

Pada tahun anggaran 2011, kata dia, Pemprov Bali memberi jatah beasiswa untuk lulusan SMA/SMK yang berasal dari keluarga miskin untuk melanjutkan pendidikan ke fakultas-fakultas kurang peminat. Selama satu tahun penuh, setiap mahasiswa akan menerima beasiswa Rp2 juta.

Anom mengatakan, program ini digulirkan sebagai bentuk keprihatinan Pemprov Bali terhadap eksistensi fakultas-fakultas kurang peminat itu ke depan.

"Keberadaan mayoritas fakultas-fakultas kurang peminat itu juga berkaitan erat dengan upaya-upaya pelestarian seni budaya dan jati diri Bali," katanya.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026