"Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri memberi pengaruh positif pada pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.
Reza Priyambada mengemukakan bahwa perkiraan Bank Indonesia pada tahun 2019 mendatang ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh 5,3-5,7 persen memberi harapan positif bagi pelaku pasar untuk menempat dana investasinya di dalam negeri.
Ia menambahkan bahwa penetapan satu harga pada bahan bakar minyak (BBM) di wilayah timur Indonesia untuk mengurangi kesenjangan dan kenaikan inflasi juga turut diapresiasi oleh pelaku pasar. Dengan begitu, ekonomi nasional akan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Di sisi lain, lanjut dia, komentar Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghentikan operasional pemerintahan bila rencana untuk membangun tembok pembatas AS-Meksiko tidak disetujui, menjadi faktor negatif bagi mata uang dolar AS.
Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa kebijakan ekonomi presiden AS yang tidak pasti membuat aset-aset berdenominasi dolar AS menjadi kurang menarik. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.