Pada Selasa (8/8), Presiden AS Donald Trump mengeluarkan sebuah peringatan kepada DPRK. Sebagai tanggapan, DPRK memperingatkan serangan preemptif terhadap pangkalan militer AS di Guam di Pasifik.
Trump mengatakan bahwa Korea Utara "akan disambut dengan senjata dan kemarahan" yang belum pernah dunia lihat sebelumnya, jika mengancam Amerika Serikat.
Para analis mengatakan bahwa berita tersebut membuat investor sedikit tidak nyaman, dan akibatnya mata uang "safe haven" seperti franc Swiss dan yen Jepang menguat pada Rabu (9/8).
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,13 persen menjadi 93,528 pada akhir perdagangan. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Antara NewsEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.