"Berdasarkan hasil pendataan kami dari 10 pasar wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan pada triwulan I 2011 sebesar 605.813 orang yang meningkat dibandingkan periode sama 2010 yang berjumlah 551.086 pelancong," kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali Ida Bagus K Subhiksu, di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu.
Dia mengatakan, meskipun terjadi krisis akibat bencana alam yang terjadi di beberapa negara, tampaknya hal itu tidak terlalu mempengaruhi jumlah wisatawan ke Pulau Dewata.
Khusus untuk wisatawan asal Jepang mengalami penurunan setelah terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di negara itu. Jumlah penurunan pelancong Negeri Sakura tersebut sebesar 19,87 persen.
Tetapi kondisi itu, tambahnya, sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, terutama saat terjadi krisis moneter di dunia pada 2008.
"Sebelum krisis moneter, jumlah kujungan wisatawan Jepang setiap harinya sebanyak 1.254 orang, namun sejak 2010 turun menjadi 675 pelancong per harinya," ujarnya.
Turunnya jumlah wisatawan dari Negara Matahari Terbit itu, membuat peringkat pelancong asal Australian melonjak sekitar 27,95 persen.
Wisatawan asal Negeri Kangguru itu berada peringkat teratas dari 10 negara asal pelancong yang datang ke Pulau Dewata, antara lain China, Jepang, Malaysia, Korea Selatan dan Inggris.
"Berdasarkan data dari Januari-Maret tahun ini, para pelancong Australia rata-rata membelanjakan uangnya di Bali setiap harinya sebanyak 174 dolar AS," katanya menjelaskan.
Subhiksu menambahkan, rata-rata menginap wisatawan tersebut selama delapan hari dengan lokasi yang paling banyak dikunjungi di kawasan wisata Kuta sekitarnya.
Dia mengatakan, selain Australia, ada tiga negara lain yang jumlah wisatawannya juga mengalami lonjakan, yakni Malaysia (37,4 persen), Rusia (24 persen) dan Singapura (53,42 persen).(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.