Jakarta (Antara Bali) - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus,
menerima sebuah unit mobil listrik Opel Ampera-e, yang diserahkan
langsung oleh CEO Opel, Karl-Thomas Newmann, di sela-sela konferensi
keberkelanjutan di Kota Suci, Vatikan, pekan ini.
Mobil
listrik penuh tersebut menjadi semacam kenaikan kelas bagi tunggangan
Paus Fransiskus yang selama ini dikenal dengan kesederhanaannya.
Rupanya,
kedatangan unit Ampera-e tersebut tidak lepas dari visi Vatikan sebagai
negara pertama di dunia yang bebas dari emisi karbondioksida, demikian
dilansir laman CarScoops.
Visi itu boleh
dibilang bukan hal sulit bagi Vatikan mengingat negara kota itu memiliki
luas paling kecil di dunia dan pasokan listriknya didapat dari
pembakaran gas dan minyak yang dilakukan di luar tembok perbatasan
Vatikan.
Sebagai informasi, Ampera-e
dikembangkan sebagai versi Eropa dari Chevrolet Bolt berukuran lebih
kecil alias hatchback yang sepenuhnya dijalankan dengan tenaga listrik,
dengan jarak tempuh hingga lebih dari 482 kilometer untuk sekali
pengisian baterai penuh.
Ampera-e juga menjadi
salah satu produk turunan dari induk perusahaan lama mereka, General
Motors, yang diharapkan dapat tetap dijajakan meski sudah diakuisisi
oleh induk perusahaan baru, PSA Group, dari Prancis. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Gilang GaliarthaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.