"Kami menggelar kampanye dengan berjalan mengitari Monumen Perjuangan Rakyat Bali tersebut. Kami sengaja gelar hari ini (Minggu) karena hari libur dengan harapan lebih banyak masyarakat yang ikut terlibat dalam kampanye ini," kata Ketua IMCF Kanisius Kami.
Kanisius mengatakan, tema kampanye yang dipilih adalah "Berantas Malaria, Tingkatkan Kunjungan Wisatawan". Tema itu dipilih karena penyakit malaria berdampak terhadap pembangunan dan produktivitas seseorang.
Dari data yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata dia, sekitar 38 ribu orang meninggal tiap tahun atau sama dengan 104 orang meninggal tiap hari karena terserang malaria.
"Sebanyak 15 juta orang menderita malaria di Indonesia tiap tahun," kata pria asal Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
Ia mengatakan, ketika terserang malaria, pada umumnya orang tidak dapat bekerja selama empat sampai 15 hari. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar Rp3,1 hingga Rp3,5 triliun pendapatan orang tiap tahun menguap akibat terserang malaria tersebut.
"Hal tersebut dilihat dari aspek 'lost productivity'. Tetapi hingga kini belum ada yang bisa menghitung 'lost IQ' pada orang yang terserang malaria, karena penyakit ini juga menyerang saraf penderitanya," ujar Kanisius.
Atas dasar itu, kata Dian, penyakit malaria termasuk 10 penyakit yang menjadi fokus perhatian pemerintah karena berdasarkan data yang dirilis "The World Malaria Report" pada 2005, lebih dari satu juta orang termasuk anak-anak setiap tahun meninggal dunia akibat malaria di seluruh dunia, 80 persennya terjadi di Afrika dan 15 persen di Asia.
"Secara keseluruhan, terdapat 3,2 miliar penderita malaria di dunia yang terdapat di 107 negara.
"Indonesia termasuk salah satu negara dengan risiko transmisi malaria cukup tinggi di dunia. Sebanyak 107 juta penduduk Indonesia hidup di daerah endemis malaria. Mereka tersebar di 310 kabupaten/kota atau 70,3 persen dari total kabupaten dan kota di 32 provinsi," kata Kanisius.
Dikatakannya, ada enam provinsi yang tergolong endemi malaria tinggi yaitu Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara (Nias dan Nias Selatan) dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara ada sembilan provinsi yang termasuk daerah endemi malaria sedang, yaitu Aceh, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Tengah dan Jawa Barat.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.