Selain memilih kepengurusan baru, munas yang digelar 21-24 April mendatang di itu juga akan menetapkan rencana kerja IMBI untuk lima tahun ke depan, kata AAP Ngurah Bagiarta, ketua panitia munas tersebut, di Sanur, Senin malam.
Ia menyebutkan, serangkaian acara munas, IMBI juga menggelar Jambore Nasional Motor Besar yang tidak hanya diikuti para peserta dari sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara di ASEAN lainnya.
"Beberapa negara yang kami undang sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir di Bali selama jambore berlangsung," katanya.
Peserta asing yang sudah memastikan diri akan hadir bersama sepeda motor besar yang akan mereka bawa dari negaranya itu, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan Brunai Darussalam.
Ditanya tentang jumlah peserta kegiatan, Ngurah mengatakan, untuk munas akan dihadiri 80 peserta yang adalah para pengurus IMBI di tingkat pusat dan di 33 provinsi di Indonesia.
"Sedangkan untuk jambore, hingga hari ini telah 700 peserta menyampaikan konfirmasinya akan ambil bagian dalam kegiatan yang juga diselingi aksi sosial itu," katanya.
Melihat jumlah peserta yang begitu besar, panitia akan memusatkan kegiatan jambore di Lapang Puputan Renon Denpasar, untuk selanjutnya melakukan konvoi ke sejumlah daerah di Bali.
Menurut dia, salah satu lokasi yang akan dikunjungi peserta jambore adalah Taman Makam Pahlawan Margarana di Kabupaten Tabanan.
Di taman makam tersebut para peserta akan melakukan renungan suci dan tabur bunga sebagai bentuk penghargaan sekaligus mengenang jasa para pahlawan bangsa, ucapnya.
Mengenai aksi sosial, lanjut dia, IMBI akan membagi-bagikan alat-alat tulis, buku dan kebutuhan sekolah lainnya bagi ratusan siswa kurang mampu di Kabupaten Tabanan, yakni yang bermukim di sekitar taman makam pahlawan.
Seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri dengan kemah bersama sekaligus bhakti lingkungan di kawasan Danau Beratan di perbatasan Kabupaten Tabanan dan Buleleng.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.