Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali melakukan tender maupun proses pencetakan soal dan lembar jawaban ujian nasional tahun 2011 dengan ketat, untuk mengantisipasi terjadinya kekisruhan seperti pelaksanaan ujian nasional 2010.

"Kami memperketat tender serta mengawasi proses pencetakan soal dan lembar jawaban guna menghindari permasalahan seperti yang terjadi saat pelaksanaan ujian tahun lalu, " kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bali, Ida Bagus Anom, di Denpasar, Selasa.

Dia menjelaskan, pelaksanaan ujian nasional 2010 sempat kisruh, bentuk tidak beresnya ujian itu, antara lain  soal-soal mata pelajaran yang diujikan bisa tertukar dan sebagian lembar soal maupun jawaban tidak lengkap maupun rusak.

Hal itu membuat peserta harus menunggu perbanyakan soal dengan cara  fotokopi dan lembar jawaban menggunakan kertas tambahan.

Atas kejadian itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika langsung memerintahkan dinas terkait untuk menyampaikan keluhan pada pihak percetakan, yakni Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia.

"Untuk menghindari kisruh maka  pemenang tender  untuk mencetak soal dan jawaban adalah sebuah percetakan di Jawa Timur bernama Jaswindo, bukan lagi Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia," ujarnya.

Anom mengatakan, terpilih percetakan tersebut memenangkan tender selain masalah penawaran harga, namun juga diutamakan pada profesionalisme perusahaan itu.

Namun bukan berarti percetakan itu tidak diawasi dalam melakukan pekerjaannya mencetak soal dan jawaban itu. Pihaknya melakukan pengawasan ketat bersama jajaran pengawas yang dari Universitas Udayana tentang proses pencetakan.

"Kami melakukan pengawasan ketat proses pencetakan karena tidak mau kisruh soal dan jawaban terulang sehingga kembali membuat tingkat kelulusan peserta ujian SMA menurun walau tetap menjadi yang terbaik di Indonesia," katanya.

Selain dengan pihak universitas, tambahnya, jajaran kepolisian dan pengawas ujian diminta ikut berkoordinasi untuk mengatasi insiden buruk saat ujian.

Dia menuturkan, pencetakan dijadwalkan berakhir paling lambat 13 atau 14 April. Selama proses masuk gudang dan distribusi ke rayon maupun subrayon soal dan jawaban akan dijaga oleh kepolisian. Distribusinya sendiri dilakukan beberapa hari menjelang  waktu ujian untuk menghindari terjadinya kecurangan.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 45 dan 46 tahun 2010, ujian nasional 2010/2011 tingkat SMA akan dimulai 18-21 April. Sedangkan ujian nasional tingkat SMP dan MTS pada 25-28 April. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026