"Kami memperketat tender serta mengawasi proses pencetakan soal dan lembar jawaban guna menghindari permasalahan seperti yang terjadi saat pelaksanaan ujian tahun lalu, " kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bali, Ida Bagus Anom, di Denpasar, Selasa.
Dia menjelaskan, pelaksanaan ujian nasional 2010 sempat kisruh, bentuk tidak beresnya ujian itu, antara lain soal-soal mata pelajaran yang diujikan bisa tertukar dan sebagian lembar soal maupun jawaban tidak lengkap maupun rusak.
Hal itu membuat peserta harus menunggu perbanyakan soal dengan cara fotokopi dan lembar jawaban menggunakan kertas tambahan.
Atas kejadian itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika langsung memerintahkan dinas terkait untuk menyampaikan keluhan pada pihak percetakan, yakni Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia.
"Untuk menghindari kisruh maka pemenang tender untuk mencetak soal dan jawaban adalah sebuah percetakan di Jawa Timur bernama Jaswindo, bukan lagi Perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia," ujarnya.
Anom mengatakan, terpilih percetakan tersebut memenangkan tender selain masalah penawaran harga, namun juga diutamakan pada profesionalisme perusahaan itu.
Namun bukan berarti percetakan itu tidak diawasi dalam melakukan pekerjaannya mencetak soal dan jawaban itu. Pihaknya melakukan pengawasan ketat bersama jajaran pengawas yang dari Universitas Udayana tentang proses pencetakan.
"Kami melakukan pengawasan ketat proses pencetakan karena tidak mau kisruh soal dan jawaban terulang sehingga kembali membuat tingkat kelulusan peserta ujian SMA menurun walau tetap menjadi yang terbaik di Indonesia," katanya.
Selain dengan pihak universitas, tambahnya, jajaran kepolisian dan pengawas ujian diminta ikut berkoordinasi untuk mengatasi insiden buruk saat ujian.
Dia menuturkan, pencetakan dijadwalkan berakhir paling lambat 13 atau 14 April. Selama proses masuk gudang dan distribusi ke rayon maupun subrayon soal dan jawaban akan dijaga oleh kepolisian. Distribusinya sendiri dilakukan beberapa hari menjelang waktu ujian untuk menghindari terjadinya kecurangan.
Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 45 dan 46 tahun 2010, ujian nasional 2010/2011 tingkat SMA akan dimulai 18-21 April. Sedangkan ujian nasional tingkat SMP dan MTS pada 25-28 April. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.