Singaraja (Antara Bali) - Program bedah ruma 2011 di Kabupaten Buleleng, Bali, rencananya untuk 510 unit dengan dukungan dana dari APBD kabupaten dan provinsi.
"Tahun ini, kami kucurkan bantuan dari APBD kabupaten dan provinsi untuk program 'bedah rumah' sebanyak 510 unit," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng I Made Sukawirya, di Singaraja, Rabu.
Menurut dia, mereka yang akan memperoleh bantuan tersebut, termasuk warga yang mengalami gangguan, disamping ratusan rumah tangga miskin di Kabupaten Buleleng.
"Bantuan melalui program 'bedah rumah' 2011 masing-masing senilai Rp36 juta," katanya.
Ia mengatakan program 'bedah rumah' yang juga menyasar rumah tangga warga yang mengalami gangguan jiwa itu, saat ini sedang disosialisasikan. Sedangkan proyeknya sudah ditenderkan.
Made Sukawirya yang mantan Kabag Umum Pemkab Jembrana ini mengatakan program "bedah rumah" pada Mei-Juni 2011 itu, diharapkan sudah bisa dikerjakan dan dapat secepatnya diselesaikan.
"Itu bukan berarti tidak memperhatikan kualitas bangunan. Untuk mendukung hal tersebut, dibentuk tim terpadu yang anggotanya berasal dari kabupaten, provinsi, dengan melibatkan konsultan," ucapnya.
Sebanyak 200 unit rumah bantuan Pempov Bali tahun 2011, yang 185 unit diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan 15 unit lagi diberikan kepada keluarga yang di antara anggota keluarganya ada yang terkena gangguan jiwa.
Menurut Made Sukawirya, masing-masing unit mendapat bantuan dari APBD Provinsi Bali sebesar Rp26 juta dan APBD Kabupaten Buleleng Rp10 juta, atau jumlahnya Rp36 juta. Sedangkan selebihnya dibiayai Pemkab Buleleng.
Tahun 2010, rumah tangga miskin di Buleleng juga kebagian program bedah rumah sebanyak 244 unit bantuan Pemvrop Bali serta tujuh unit menggunakan dana APBD Buleleng.
Pada 2009, Pemkab Buleleng juga mengucurkan program yang sama untuk 30 unit rumah. Sementara pemerintah pusat lewat APBN 2009 memberikan bantuan serupa sebanyak 100 unit rumah.
Pemerintah pusat merintis program bedah rumah di Buleleng tahun 2008, dengan membangun 60 unit rumah untuk warga miskin, yang dikerjakan oleh TNI.
Pemkab Buleleng menargetkan untuk bisa terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni atau tidak memenuhi standar rumah sehat, baik dengan cara dibangun melalui dana bantuan pemerintah maupun secara bergotong royong di antara warga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng juga berharap peran serta pengusaha untuk membantu memperbaiki rumah milik keluarga miskin hingga masuk kategori rumah sehat.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.