Denpasar (Antara Bali) - Kebakaran yang melanda gedung SMA Negeri 1 Kuta, Rabu dini hari membuat sejumlah murid sekolah menghentikan aktivitas belajar karena mereka harus membersihkan puing-puing gedung yang terbakar.

"Kebakarannya terjadi sekitar pukul 24.15 Wita, dan membakar satu ruang kelas dan satu ruang laboratorium komputer," kata Kepala SMA Negeri 1 Kuta Nyoman Tingkat ketika dihubungi, Rabu sore.

Kebakaran yang terjadi di ruang laboratorium itu telah membakar 35 unit komputer yang terdiri dari CPU, monitor dan AC. Atas peristiwa tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp448 juta.

Selain itu, api yang menyebar juga melahap satu ruang kelas sehingga proses belajar mengajar pada hari ini dihentikan sementara.

"Tadi anak-anak yang kelasnya terbakar hanya membersihkan puing-puing. Tapi hanya murid satu kelas itu saja, yang kelas lainnya tetap bisa melakukan proses belajar," ujar Nyoman Tingkat.

Sementara Kapolsek Kuta Selatan AKP Nanang Prihasmoko yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Penyebabnya hingga saat ini masih dalam penyelidikan dan identifikasi Labfor. Tapi dari keterangan saksi-saksi, kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik," katanya yang dihubungi melalui telepon genggam.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026