Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali membentuk  tim untuk menelusuri aset-aset pemerintah berupa tanah di kiri-kanan sepanjang jalan Ida Bagus Mantra mulai dari kawasan Tohpati, Kota Denpasar hingga dekat pantai Kusamba, Kabupaten Klungkung.

"Tim beronggotakan instansi terpadu yang terdiri atas Dinas Pekerjaan Umum dan Biro Aset Pemprov Bali itu diharapkan mampu merampungkan tugasnya sebelum Juni 2011," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, penelusuran tersebut dilakukan sehubungan pada kiri-kanan jalan Ida Bagus Mantra yang sudah dibebaskan itu, berdiri beberapa buah bangunan milik pihak ketiga.

"Pembebasan lahan untuk jalan Ida Bagus Mantra dengan lebar 40 meter dilakukan dengan dukungan dana pemerintah pusat (APBN) secara bertahap," tutur Ketut Teneng.

Dari pembebasan lahan yang dilakukan  itu, hasilnya belum dilimpahkan kepada Pemprov Bali dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum setempat.

Adanya beberapa masalah menyangkut sejumlah bangunan di atas lahan jalan yang sudah dibebaskan itu kini sedang ditelusuri dan diharapkan bisa diselesaikan secara tuntas, sehingga tidak mengganggu proses pembangunan jalan di jalur tersebut.

"Tim dari instansi terpadu itu diharapkan mampu mendata dan menyelesaikan masalah tersebut, dengan harapan tidak mengganggu proses pengerjaan jalan Ida Bagus Mantra yang kini dalam proses pelaksanaan, yang seluruhnya diharapkan rampung dalam tahun 2012 atau 2013," ujar Ketut Teneng.

Pembangunan jalan Ida Bagus Mantra untuk mempersingkat jalan menuju kawasan Bali timur yang meliputi Kabupaten Klungkung dan Karangasem dilakukan secara bertahap dengan dana patungan antara APBD Bali dan pemerintah pusat.

Pemerintah Australia memberikan pinjaman lunak Rp317,22 miliar untuk merampungkan pembangunan jalan by pass Ida Bagus Mantra, Bali, yang merupakan bagian jalur utama transportasi Sumatera-Jawa-Bali-Nusa Tenggara.

Bantuan luar negeri itu menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Ir Ketut Artika sudah mencapai 89 persen dari total biaya yang perlukan senilai Rp356,42 miliar.

Pemerintah Indonesia melalui APBN menyediakan dana pendamping untuk pembangunan transportasi ke arah Bali timur itu sekitar Rp48 miliar atau 11 persen dari total biaya sebesar Rp356,42 miliar.

Pembangunan jalan jalur cepat yang menjadi prioritas penanganan tahap pertama sepanjang 10,79 Km dengan biaya Rp180,8 miliar dan tahap kedua sepanjang 8,2 Km dengan biaya Rp175,61 miliar.

Pembangunan tahap kedua dari Pantai Lebih menuju Gunaksa, Kabupaten Klungkung, sepanjang 8,2 Km yang dikerjakan oleh kontraktor Adi Karya sejak 1 Maret 2010 dengan target penyelesaian 29 Pebruari 2012 atau masa pengerjaan efektif 730 hari.

Pembangunan jalan bypass trans Sumatera, Jawa, Bali dan NTB tersebut akan mampu memperpendek jarak tempuh khususnya dari metropolitan Denpasar menuju kawasan Bali timur dan sebaliknya.

Pembangunan jalan dalam dua tahap itu baru menjangkau sekitar 19 kilometer dari rencana panjang jalan sekitar 26,8 Km ruas Tohpati-Kusamba. Sisanya sekitar 7,8 Km akan digarap tahap ketiga.

Pembangunan jalan by pass Ida Bagus Mantra, mengunakan sistem beton yang baru pertama kali diterapkan di Bali menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jalan dan jembatan metropolitan Denpasar wilayah I Budiman, akan mampu bertahan sedikitnya selama 40 tahun.

Selama kurun waktu itu dijamin tidak ada kerusakan yang parah, asalkan perawatan jalan dilakukan secara baik dan berkesinambungan, ujarnya.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026