"Kami juga mengimbau perusahaan pengerah tenaga kerja ke Jepang turut melakukan pendataan, sehingga akan bisa diketahui kondisinya, apakah ada yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami atau tidak," katanya seusai kegiatan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1933 di kediamannya di Denpasar, Sabtu.
Melalui pendataan tersebut, akan diketahui secara pasti jumlah warga Bali yang kini berada di Jepang dan diketahui kondisinya, untuk kemudian dilakukan langkah-langkah yang diperlukan.
"Saya yakin jumlah warga kita yang berada di Jepang saat ini mencapai ribuan orang. Baik yang sedang magang, terikat kontrak kerja dengan perusahaan-perusahan papan atas, kuliah atau bahkan berwisata," ujarnya.
Pastika mengimbau kepada instansi terkait untuk melakukan pendataan secara cepat agar bisa mengetahui kondisi terakhir warga Bali yang ada di di negeri matahari terbit itu.
Bila sudah mendapatkan data-data tersebut, kata gubernur, maka Pemprov Bali akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mencari tahu data tersebut, apakah mereka berada di wilayah pusat gempa di Jepang atau di daerah yang aman.
Dikatakan, koordinasi lintas instansi tersebut sangat dibutuhkan karena tidak semua warga Bali berangkat ke Jepang melalui jalur resmi. Banyak di antara mahasiswa Bali yang ada di Jepang berangkat secara swadaya, sehingga untuk melacak keberadaannya agak kesulitan.
"Kami perintahkan instansi terkait untuk mendata dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Beberapa data yang perlu segera diketahui adalah nama lengkap, alamat di Bali, alamat di Jepang baik alamat tinggal, tempat mereka bekerja atau alamat kampus dan juga nomor kontak/telepon," kata mantan Kapolda Bali ini.
Ia mengharapkan kepada pihak keluarga yang memiliki anak atau keluarga di Jepang diharapkan segera menghubungi instansi terkait.
"Bagi warga yang memiliki anak atau saudara di Jepang untuk menghubungi mereka dan menanyakan keadaannya. Selanjutnya melaporkan ke instansi terkait," katanya.
Pada kesempatan itu, Mangku Pastika juga turut mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap bencana yang terjadi di Jepang.
Hal itu mengingat Bali dan Jepang telah menjalin hubungan yang sangat baik dalam berbagai bentuk kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Selain itu, Jepang menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan yang sangat besar ke Bali setelah Australia.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.