Denpasar (Antara Bali) - Sepuluh pasang finalis Teruna Bagus Teruni Jegeg (TBTJ) STIKOM Bali, Minggu (17/07/2016) pagi melakukan penanaman pohon mangrove di kawasan pantai Mertasari, Sanur. Sedikitnya 200 anakan pohon mangrove ditanam di sekitar Pura Dalem Pengembak, Sanur.

TBTJ ini adalah sebuah event yang pertama kali digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) STIKOM Bali guna mencari mahasiswa-mahasiswi STIKOM Bali yang tak hanya pintar secara akademik (menguasai ICT) tetapi juga memiliki pengetahuan dalam bidang seni, budaya dan agama Hindu

Sebelum melakukan penanaman mangrove, para finalis dan panitia mendapat pengarahan dari staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bal

Ketua Panitia TBTJ STIKOM Bali I Made Alit Janiartha menjelaskan, kegiatan penanaman pohon mangrove ini adalah salah satu agenda para finalis sebelum masuk malam grand final pada Selasa (19/07/2016) bertempat di gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar.

Mengenai grand final nanti, Janiartha mengatakan, panitia mengundang Wakil Gubernur Bali Drs. I Ketut Sudikerta sebagai juri kehormatan dan sudah dipastikan hadir.

"Kehadiran pak wakil gubernur Bali ini diharapkan mampu memotivasi para finalis sehingga tampil lebih percaya diri," kata Janiartha di Sanur (17/07/2016).

Di tempat yang sama, Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) I Gede Yudhy Pratama menambahkan, malam grand final ini terbuka untuk umum, selain dihadiri oleh tamu undangan dan sponsor.

"Kami menyediakan 300 tiket masuk dengan harga Rp 25.000. Tiket dapat diperoleh di stand KMHD STIKOM Bali atau on the spot di Ksirarnawa sebelum acara dimulai. Yang pasti malam grand final bakal seru karena dihibur oleh penampilan UKM DOS, VOS, Harmonic, akustik, Grinsy Dipsy, UKM Tari Tardisional dan Tabuh, dan lain-lain," terang Yudhy. (*)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016