Denpasar (Antara Bali) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali berencana melatih guru bimbingan konseling (BK) dari kabupaten dan kota agar mampu menjadi konselor narkoba.

"Kami harapkan mereka kelak memiliki kemampuan konselor sehingga tidak ada lagi siswa yang terkena narkoba," kata Kepala BNNP Bali, Brigadir Jenderal Putu Gede Suastawa di Denpasar, Jumat.

Rencananya para guru BK seluruh Bali akan dikumpulkan pada 14-15 Juli 2016 untuk mendapatkan literasi termasuk penambahan pengetahuan dari BNN Pusat.

Dia menjelaskan bahwa saat ini pelajar atau golongan usia muda sudah terdampak narkoba.

Hingga Juni 2016, sebanyak 17 pelajar atau mahasiswa menjalani rehabilitasi di sejumlah lembaga rehabilitasi.

Berdasarkan penelitian BNN bersama Pusat Penelitian dan Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2015 jumlah penyalahguna narkotika di Bali mencapai 61.353 atau tercatat menurun dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 66.785.

Tingginya angka pecandu narkoba di Bali, kata dia, salah satunya disebabkan pengaruh media sosial dan dunia maya.

Pihaknya kini gencar melakukan sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba termasuk kepada pelajar dan mahasiswa.

Pihaknya juga menyiapkan kurikulum Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) disisipkan dalam lima mata pelajaran yang dijadwalkan berlangsung pada tahun ajaran baru 2016/2017.

Kurikulum tersebut dimasukkan ke dalam mata pelajaran yakni Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Kewarganegaraan dan Biologi untuk pelajar SMP dan SMA.

Materi dalam kurikulum itu menyangkut masalah narkoba, pecandu, cara menghindari pengaruh narkoba hingga rehabilitasi. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016