Gianyar (Antara Bali) - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid berharap masyarakat Bali bisa menyebarkan pengalaman dan semangat kepada masyarakat Indonesia di daerah lain untuk merawat seni dan kebudayaan lokal.

"Mengajak khususnya yang berada di Bali untuk menyebarkan pengalaman, pengetahuan, dan juga semangat untuk merawat seni, kebudayaan, tradisi kita kepada daerah-daerah lain," kata Hilmar di Gianyar, Senin.

Hal tersebut disampaikannya menyusul penetapan sembilan tari tradisional Bali sebagai warisan budaya dunia tak benda UNESCO.

Hilmar mengatakan bahwa masyarakat Indonesia masih punya pekerjaan rumah setelah bertambahnya kebudayaan Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Pengakuan yang diberikan kepada dunia, lanjut dia, memberikan tanggung jawab secara tidak langsung bagi Indonesia untuk memperbaiki dan melangsungkan pelestarian budaya Indonesia.

"Kita tidak berhenti pada pengakuan yang diberikan dunia internasional. Kita menjadikan ini semacam momentum untuk memulai satu gerakan baru untuk mendudukkan kebudayaan pada hulu pembangunan manusia," kata Hilmar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah menyerahkan sertifikat Tiga Genre Tari Tradisional Bali sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO kepada Pemerintah Provinsi Bali pada pembukaan Pesta Kesenian Bali 2016, Sabtu (11/6).

Dari tiga genre tarian tradisional tersebut terdiri dari sembilan tarian yang diwakili dari sembilan kabupaten di Bali. Sembilan tarian tersebut antara lain Rejang, Sanghyang Dedari, Baris Upacara, Topeng Sidhakarya, Dramatari Gambuh, Dramatari Wayang Wong, Legong Kraton, Joged Bumbung, dan Barong.

Dengan terdaftarnya tiga genre tari tradisional Bali tersebut, maka Indonesia telah memiliki tujuh elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Enam elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012). (WDY)

Pewarta: Pewarta: Aditya Ramadhan

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016