Denpasar (Antara Bali) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menjamin stok sapi di Pulau Dewata untuk kebutuhan Ramadhan dan persiapan Idul Fitri mendatang relatif aman.

"Kami optimistis Bali tidak sampai kekurangan, dengan melihat jumlah populasi sapi Bali saat ini," kata Kepala Disnakeswan Provinsi Bali I Putu Sumantra, di Denpasar, Senin.

Menurut dia, jika berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Bali tidak pernah kekurangan sapi saat Ramadhan dan Lebaran karena justru umat muslim yang mayoritas mengonsumsi daging sapi sedang pulang ke kampung halamannya.

"Biasanya kebutuhan daging sapi yang banyak itu di saat awal Bulan Puasa dan ketika Lebaran saja. Sedangkan di pertengahan puasa, permintaan biasanya menurun karena sudah mulai ada yang mudik," ucapnya.

Sumantra menambahkan, tahun ini Bali memiliki kemampuan untuk "mengantarpulaukan" sapi sekitar 45 ribu ekor. Sementara untuk pemotongan di tingkat lokal, ditargetkan jumlahnya lebih dari 36 ribu ekor.

"Berdasarkan hasil monitoring kami, ternyata jumlah pengeluaran sapi hingga Mei ini baru sekitar 6.700 ekor. Itu artinya masih banyak sapi yang ada di Bali. Selain itu masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu juga sangat minim yang mengonsumsi daging sapi," ujarnya.

Daging sapi Bali, lanjut dia, selain untuk memenuhi konsumsi lokal, mayoritas selama ini dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri rekanan yang berada di Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Di sisi lain, kata Sumantra pihaknya cukup ketat untuk merekomendasikan daging sapi yang bisa masuk ke Bali. "Yang direkomendasikan itu adalah daging sapi untuk kebutuhan industri karena diperlukan daging dengan CL tertentu yakni 20. Daging ini lemaknya cukup banyak sehingga lebih lembut, berbeda dengan daging sapi umumnya yang relatif keras," ujarnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016