Denpasar (Antara Bali) - Pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, memasang alat pemindai suhu tubuh atau "termoscanner" untuk mengantisipasi masuknya virus zika yang dibawa oleh para penumpang internasional.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kesehatan Pelabuhan untuk memasang `termoscanner` di terminal internasional," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat.

Menurut dia, dua alat pemindai suhu tubuh itu telah terpasang di terminal kedatangan internasional yang biasanya dilalui oleh para penumpang dari sejumlah rute internasional yang baru tiba.

Hingga saat ini, lanjut Trikora, belum ditemukan adanya penumpang yang tertangkap oleh alat pemindai itu memiliki suhu tubuh tinggi.

Namun apabila ditemukan, maka pihaknya bersama instansi terkait akan mengisolasi penumpang tersebut ke ruang tertentu untuk selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit terdekat atau ke RS Sanglah.

Trikora menyatakan bahwa pemasangan alat itu tidak hanya menyasar negara tertentu yang saat ini tengah terjangkit namun semua penumpang dari negara berbeda.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis bahwa virus zika disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegepty yang ditandai dengan keluhan di antaranya demam dan ruman pada kulit dengan gejala dua hingga tujuh hari.

Belum ada obat atau vaksin untuk virus yang pertama diidentifikasi terjadi di Uganda pada 1947 tersebut.

Penyebaran virus yang mirip penyakit Demam Berdarah itu telah terjadi di sejumlah negara di kawasan Afrika, Amerika, dan Asia Pasifik. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016