Denpasar (Antara Bali) - Rektor Insitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali, I Made Suarta, SH M.Hum sering mengusik pemerintah agar mengangkat guru atau tenaga pendidik berkualitas dalam jumlah yang disesuaikan kebutuhan, bukan kepentingan politis.

"Jika pemerintah ingin meraih pendidikan berkualitas dalam menghadapi situasi global, maka perlu mengangkat guru dalam jumlah yang diperlukan," kata Rektor I Made Suarta didampingi Sekretaris Yayasan, Ngurah Oka SH, di Denpasar Senin.

Penegasan rektor tersebut dilontarkan, sehubungan di dunia pendidikan di daerah ini cukup memprihatinkan, akibat banyak sekolah yang kekurangan guru, karena pensiun, dilain pihak pemerintah belum melakukan pengangkatan sehingga banyak yang lowong.

Perguruan tinggi baik swasta maupun negeri berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai supaya bisa mencetak tenaga guru yang bertkualitas, tetapi akibat belum ada pengangkatan maka dikhawatirkan akan mubasir.

Apalagi IKIP PGRI Bali dalam tahun 2016 bertekad memperkuat kreativitas dan aktivitas untuk ke depannya, agar perguruan tinggi swasta ini mampu meraih prestasi yang luar biasa dengan melakukan perbuatan yang lebih dari yang lainnya.

Suarta mengatakan, pihaknya berupaya menggenjot para dosen di lingkungannya untuk bisa berbuat lebih baik dari yang ada selama ini sehingga mampu merebut dana penelitian dari Dikti lebih banyak lagi seperti yang pernah diraih tahun sebelumnya.

Dibidang pengabdian masyarakat IKIP PGRI Bali mendapat acungan jempol karena sebagai pelopor dalam membantu program pemerintah melakukan bedah rumah kepada masyarakat miskin di kabupaten dan kota di Bali dengan Rp25 juta per unit.

IKIP PGRI Bali berupaya keras menghasilkan tenaga pendidik berkarakter dan berbudaya untuk meningkatkan program pendidikan ke depan, namun memang tidak semua lulusan IKIP menjadi guru tetapi ada terjun ke politik menjadi anggota legislatif bahkan menjadi bupati di Bali. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016