Denpasar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengajak warga masyarakat desa adat (pekraman) melaksanakan pengorbanan suci (yadnya) berskala kecil, madya dan besar dengan tulus ikhlas agar persembahan suci kepada Tuhan Yang Maha dapat diterima dengan baik.

"Selain itu didasari atas kemampuan menyatukan hati dan pikiran, agar ritual yang dilaksanakan dapat memberikan kedamaian dan ketentraman dan kesejahteraan kepada masyarakat dan jagat raya," kata Wagub Sudikerta ketika menghadiri Karya Rsi Gana, Mendem Pedagingan, Pedudusan Alit di Pura Catur Bhuwana, Banjar Ubud Kaja, Kabupaten Gianyar, Rabu malam.

Ia menyampaikan apresiasi atas usaha warga masyarakat Banjar Ubud Kaja melaksanakan kegiatan ritual berskala besar dan pembangunan pura secara swadaya.

"Kegiatan ritual yang dilaksanakan itu didasari atas ketulus ikhlasan, sehingga semua masyarakat dapat melaksanakan kegiatan itu tanpa adanya rasa persaiangan," ujar Wagub Ketut Sudikerta.

Ia berpesan agar masyarakat tetap mempertahankan rasa solidaritas dan rasa saling "asah-asih-asuh", sehingga komunikasi antar masyarakat tetap terjaga dengan baik. Selain itu Sudikerta juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga pelaksanaan upacara ritual agar pelestarian adat istiadat di Bali tetap terpelihara, mengingat Ubud Kaja merupakan daerah destinasi favorit pariwisata.

Dengan demikian Ubud diharapkan dapat menjaga eksistensi adat dan budaya di tengah arus pariwisata yang semakin pesat.

Sementara itu, Kelian Banjar Ubud Kaja Wayan Subadi melaporkan, kegiatan ritual berskala besar itu puncaknya dilakukan pada hari Sabtu (16/1) dipimpin (dipuput) oleh Ida Pedanda Siwa dari Griya Jungutan dan Ida Pedanda Buda dari Griya Gunung Sari Peliatan.

Melalui kegiatan ritual tersebut diharapkan mampu meberikan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Banjar Ubud Kaja. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016