Denpasar (Antara Bali) - Dua bayi telantar yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Provinsi Bali resmi diadopsi dan diserahkan kepada dua pasang orang tua asuh serangkaian peringatan Hari Ibu.

Dua bayi telantar yang bernama Arjuna (laki-laki) dan Marita (perempuan) itu bahkan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika di sela-sela peringatan Hari Ibu tingkat Provinsi Bali, di Denpasar, Selasa.

Bayi Arjuna yang kini sudah berusia 15 bulan itu diadopsi oleh pasangan dr I Putu Satria Wijaya SpOG-dr Putu Ayu Diah Nareswari, sedangkan bayi Marita diadopsi oleh pasangan Gede Artana dan Ketut Seniarti.

"Saya sudah mengikuti perkembangan Arjuna dari sejak baru-baru ditemukan di tong sampah, sampai akhirnya sebulan setelahnya, saya mengajukan surat permohonan adopsi," ucap dr Ayu Diah, salah satu orang tua asuh.

dr Ayu mengaku sangat bersyukur telah dipercayakan oleh negara untuk bisa mengadopsi anak dan merasa menjadi perempuan yang lengkap menjadi seorang ibu di Hari Ibu ini.

"Kami sudah lima tahun menikah dan sudah mencoba berbagai teknologi sampai bayi tabung, tetapi ternyata Tuhan belum berkehendak, sehingga akhirnya saya dan suami ingin adopsi anak," kenang dr Ayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Nyoman Wenten mengatakan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pasangan suami istri yang ingin mengadopsi bayi atau anak telantar sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

Diantaranya, ucap dia, usia perkawinan minimal lima tahun tidak memiliki keturunan serta kemampuan secara finansial. "Memang melalui seleksi yang ketat, dan cukup banyak peminatnya. Harus berulangkali diverifikasi, tempat tinggalnya, pekerjaan, layak atau tidak diadopsi, dan sebagainya," ucapnya.

Pihaknya selama ini bekerja sama dengan Yayasan Sayangi Bali untuk merawat bayi telantar yang belum mendapat orang tua asuh. Setelah dua bayi telantar ini diadopsi, hingga saat ini, masih ada delapan bayi telantar yang belum mendapatkan orang tua asuh.

"Setelah hari ini diserahkan, hingga enam bulan ke depan masih di bawah pengawasan kami. Jika bermasalah, bayi itu harus dikembalikan pada kami," kata Wenten. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015