Negara (Antara Bali) - Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Jembrana, mengancam pedagang di Peken Ijogading yang merupakan pasar baru di Kota Negara, akan diganti jika mereka tidak berjualan.

"Kami pantau tiga minggu pertama di bulan Oktober ini. Kalau masih ada pedagang yang tidak berjualan, kios atau losnya akan kami ambil alih dan diserahkan ke orang lain," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi Jembrana I Made Sudantra, di Negara, Minggu.

Ia mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas ini, karena masih banyak pedagang di pasar yang baru tersebut tidak rutin berjualan.

Menurutnya, tindakan mengganti pedagang yang bandel tidak berjualan, merupakan jalan terakhir, setelah diberikan peringatan satu hingga tiga.

"Kami akan awasi serta absen pedagang di pasar tersebut. Saat kami kumpulkan beberapa waktu lalu, mereka sanggup untuk rutin berjualan," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkab Jembrana membangun Peken Ijogading dengan anggaran miliaran rupiah, untuk dimanfaatkan bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di lorong jalan Pasar Umum Negara.

"Masak tidak sayang, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran miliaran rupiah, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pedagang," katanya.

Untuk meringankan pedagang, menurutnya, sejak dibuka sekitar enam bulan lalu, pihaknya tidak memungut retribusi terhadap pedagang, dengan pertimbangan pasar masih baru sehingga belum dikenal masyarakat.

Dari data dinas tersebut, sebanyak 208 pedagang terdaftar berjualan di pasar ini, yang sebagian besar berasal dari pedagang yang dulunya berjualan di jalan lorong pasar.

Peken Ijogading berlokasi di tengah Kota Negara, tidak jauh dari Pasar Umum Negara, berlantai tiga dilengkapi dengan areal parkir yang luas.

Sudantra mengatakan, sepinya pembeli bukan alasan bagi pedagang untuk tidak berjualan, karena keberadaan pedagang yang rutin berpengaruh terhadap kunjungan masyarakat di pasar ini.

"Kalau sering tidak ada pedagang, bagaimana masyarakat mau berbelanja kesana? Tapi kalau rutin berjualan, seiring waktu pengunjung pasti ramai," katanya.(GBI)

Pewarta: Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Gembong Ismadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015