Denpasar (Antara Bali) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali mengharapkan hasil pelaksanaan Ujian Nasional 2015 dapat menjadi ukuran untuk mengetahui kejujuran sekolah dan siswa dalam proses pendidikan.

"Misalnya di satu sekolah, UN hasilnya 8, sedangkan hasil ujian sekolah 8 atau 9. Itu artinya indeks prestasi sekolah itu tinggi. Dari sana terlihat kualitas dan proses pendidikannya bagus karena hasilnya mendekati," kata Kadisdikpora Provinsi Bali Tjokorda Istri Agung Kusuma Wardhani di sela memantau pelaksanaan UN jenjang SMA/MA, di Denpasar, Senin,

Menurut dia, berbeda halnya kalau nilai ujian sekolahnya tinggi, tetapi nilai UN-nya jauh lebih rendah, hal itu perlu dipertanyakan kejujurannya.

"Memang UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, namun dengan pemetaan diharapkan bisa memahami sejauhmana proses pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan," ucap perempuan yang akrab dipanggil TIA itu.

Oleh karena itu, ujar TIA, diharapkan pihak sekolah dan siswa tetap memiliki integritas dengan mempertahankan prinsip kejujuran dalam pelaksanaan UN.

Di sisi lain, tambah dia, untuk pelaksanaan UN kali ini tidak melibatkan pihak perguruan tinggi dalam pengawasan. Universitas Udayana hanya dilibatkan dalam proses pemindaian lembar jawaban ujian nasional (LJUN).

"Pengawasannya itu dengan cara silang. Sekolah-sekolah dalam satu subrayon diputar, dan tidak silang begitu saja antara sekolah A dengan sekolah B," katanya.

TIA mengatakan, meskipun siswa memperoleh hasil UN di bawah standar kelulusan (di bawah 5,5), mereka tetap mendapat sertifikat hasil ujian nasional.

UN jenjang SMA/MA di Bali seharusnya diikuti oleh 53.567 peserta yang terdiri atas 26.762 siswa SMA/MA, sebanyak 24.469 siswa SMK, 2.300 peserta paket C, dan 36 siswa SMALB.

"Untuk siswa yang absen kami belum mengetahui datanya karena LJUN akan diserahkan ke Universitas Udayana untuk dilakukan pemindaian," ucapnya.

Secara umum, lanjut TIA, pelaksanaan UN SMA/MA di Bali untuk hari pertama berjalan lancar dan tidak terjadi sekolah yang mengalami kekurangan soal. (WDY)

Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015