Guadalajara (Antara Bali/AFP) – Sebuah geng menyergap sebuah konvoi polisi federal di Meksiko barat, memicu baku tembak yang menewaskan lima polisi, tiga pelaku dan dua pelintas, ujar pihak berwenang pada Jumat (20/03/2015).

Serangan itu terjadi pada Kamis malam saat tujuh kendaraan yang membawa para personel paramiliter (gendarmerie) sedang berpatroli di Ocotlan, negara bagian Jalisco, ujar polisi federal dalam sebuah pernyataan.

Delapan polisi lainnya terluka, termasuk seorang petugas yang terluka parah.

Itu merupakan serangan paling mematikan terhadap pasukan paramiliter baru Meksiko, sebuah unit beranggotakan 5.000 orang yang meniru pasukan mirip militer Eropa yang diluncurkan Presiden Enrique Pena Nieto tahun lalu guna melindungi sektor-sektor ekonomi penting dari kelompok kejahatan terorganisasi.

“Kami menyesalkan timbulnya korban tewas minor seorang petugas dalam beberapa peristiwa lainnya,” namun belum pernah sedemikian banyaknya dalam sebuah serangan, kata seorang pejabat federal kepada AFP.

Para personel paramiliter itu sedang berpatroli di sebuah wilayah pertanian sekitar pukul 09:15 ketika sebuah kendaraan mendekati konvoi itu dan “tanpa basa-basi, seorang pelaku mengambil sebuah senjata besar dan menembak ke arah agen-agen federal,” menurut pernyataan polisi.

Para petugas membalas tembakan dan para pria bersenjata lainnya tiba dengan mengendarai sekitar 10 kendaraan lainnya, menembak ke semua arah.

“Akibat bentrokan ini, kami melaporkan lima petugas divisi paramiliter dan tiga warga sipil tewas yang di jasadnya terdapat sabuk peluru dan peralatan taktis serta diduga sebagai bagian dari kelompok kejahatan terorganisasi,” kata pernyataan tersebut.

“Kami menyesalkan kematian dua warga sipil, tambahnya.

Pernyataan itu tidak menyebutkan dari organisasi kriminal mana para penyerang itu berasal, namun wilayah itu dikenal sebagai basis kartel narkoba Jalisco New Generation. (WDY)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015