Mangupura (Antara Bali) - Sebanyak 15 jenis kebudayaan yang ada di Kabupaten Badung, Bali, sudah kampir punah karena kurangnya minat generasi muda untuk meneruskan warisan seni budaya tersebut, kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Basma.

"Sejumlah kebudayaan yang sudah hampir punah itu sebagian besar merupakan kesenian sakral yang hanya bisa dipentaskan atau digunakan saat ritual keagamaan terntentu," kata Ida Bagus Anom Basma di Mangupura, Selasa.

Menurut dia, sejumlah kebudayaan yang sudah hampir punah di antaranya, baris kraras, wayang wong, dan sejumlah kebudayaan sakral lainnya. Faktor penyebab utama punahnya kebudayaan tersebut karena kurangnya minat generasi muda mempelajari dan melestarikan kebudayaan tersebut.

Selain itu, juga karena faktor perkembangan zaman sehingga banyak generasi muda terpengaruh dengan kemajuan zaman dan meninggalkan kebudayaan yang sudah menjadi warisan sejak zaman dulu. Dengan demikian, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung telah menganggarkan dana sebesar Rp25 miliar untuk membantu mengembangkan kesenian itu.

Anggaran tersebut digunakan untuk membantu sarana dan parana pendukung pengembangan seni dan budaya tersebut seperti halnya, membantu pakaian penari, membantu pengadaan alat musik (gong), atau bantuan lainnya. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemantauan secara rutin ke lapangan untuk mendata perkembangan kesenian dan kebudayaan yang ada di setiap daerah di kabupaten terkaya di Pulau Dewata itu.

Pendataan itu juga dilakukan sebagai acuan agar tidak ada daerah yang mendapatkan bantuan secara terus menerus atau terlalu banyak mendapat bantuan. "Datanya sudah ada semua, sehingga kami bisa memetakan perkembangannya di setiap daerah," ujarnya.  (WDY/i018)

Pewarta: Oleh Wira Suryantala

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015