Jakarta (Antara Bali) - PT Pertamina (Persero) merencanakan impor bahan bakar minyak (BBM) sesuai rencana kerja dan anggaran perusahaan pada 2015 sebesar 201 juta barel.

         Bahan Pertamina ke Komisi VII DPR yang diperoleh di Jakarta, Selasa, menunjukkan, volume impor BBM pada 2015 mengalami kenaikan 23,4 persen dibandingkan realisasi 2014 yang 153,7 juta barel.

         Sedangkan, volume impor minyak mentah sesuai RKAP 2015 direncanakan 306.460 barel per hari atau turun delapan persen dibandingkan realisasi 2014 sebesar 333.540 barel per hari.

         RKAP 2015 Pertamina juga menunjukkan, volume impor BBM sebesar 201 juta barel terdiri atas premium RON 88 sebesar 128 juta barel, solar 63,1 juta barel, dan avtur 9,8 juta barel.

         Sementara, realisasi impor BBM 2014 terdiri atas premium 115,4 juta barel, solar 32,1 juta barel, dan avtur 6,1 juta barel.

         Dari angka-angka tersebut, impor solar pada 2015 direncanakan mengalami kenaikan cukup signifikan yakni 96 persen.

         Berdasarkan RKAP 2015, Pertamina merencanakan produksi premium dari kilang sebesar 74,9 juta barel atau 36,9 persen dari total kebutuhan, sementara impor 128 juta barel atau 63,1 persen.

         Sedangkan, pada 2014, produksi premium dari kilang 69,3 juta barel (37,5 persen) dan impor 115,4 juta barel (62,5 persen).

         Untuk solar, produksi kilang pada 2015 direncanakan 126,8 juta barel (66,8 persen) dan impor 63,1 juta barel (33,2 persen).

         Sementara, pada 2014, realisasi produksi solar 126,4 juta barel (79,7 persen) dan impor 32,14 juta barel (20,3 persen).

         Untuk avtur, sesuai RKAP 2015, produksi direncanakan 18,8 juta barel (65,6 persen) dan impor 9,8 juta barel (34,4 persen).

         Realisasi avtur pada 2014 adalah produksi 20,1 juta barel (76,6 persen) dan impor 6,1 juta barel (23,4 persen).

         Sementara, sesuai RKAP 2015, kebutuhan "crude" diperkirakan sebesar 862.070 barel per hari yang direncanakan diperoleh dari impor 306.460 barel per hari (36 persen) dan domestik 555.430 barel per hari (64 persen).

         Untuk realisasi pengadaan "crude" 2014 tercatat 853.960 barel per hari yang diperoleh dari impor 333.540 barel per hari (39 persen) dan domestik 520.420 barel per hari (61 persen).

         Selain impor, Pertamina juga merencanakan ekspor produk BBM dan lainnya dengan volume 28,505 juta barel.

         Volume ekspor tersebut antara lain low sulphur wax residue (LSWR) 11,1 juta barel, minyak tanah 3,7 juta barel, minyak bakar 3,4 juta barel, decant oil/slurry 2,9 juta barel, dan nafta 2,2 juta barel. (WDY)

Pewarta: Oleh Kelik Dewanto

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015