Denpasar (Antara Bali) - Masyarakat Bali melakukan pemotongan ribuan ekor babi secara massal pada hari Penampahan Galungan, sehari menjelang hari raya umat Hindu terbesar di Pulau Dewata, Selasa.

Ribuan ekor babi yang dipotong dalam waktu bersamaan itu sebelumnya telah disiapkan dengan baik oleh masyarakat di masing-masing banjar (dusun), sehingga persediaan sangat mencukupi, demikian hasil pemantauan Antara di daerah pedesaan Kabupaten Tabanan, Bali.

Babi yang siap potong dengan berat di atas 100 kg per ekor tersedia hampir secara merata di delapan kabupaten dan satu kota di Bali, sehingga menjelang Galungan tidak perlu terjadi perdagangan babi lintas kabupaten, walaupun ada persentasenya sangat kecil.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, misalnya telah menjamin stabilitas harga daging babi seiring dengan meningkatnya kebutuhan umat Hindu menjelang Hari Raya Galungan tidak terjadi lonjakan yang signifikan.

Pemotongan bersama dengan istilah "mepatung" itu harganya akan jauh lebih murah dibanding membeli daging yang sudah bersiap di pasar-pasar tradisional.

Masyarakat Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan sekitar 27 km barat laut Denpasar, misalnya melakukan pemotongan babi itu pada pagi hari, sehingga menjelang matahari terbit pemotongan itu sudah selesai.

Masing-masing KK memperoleh bagian enam sampai tujuh kilogram daging babi itu selanjutnya bersama anggota keluarganya diolah dalam berbagai menu makanan khas Bali.

"Ada yang diolah menjadi lawar dan be balung untuk makan hari ini dan besok, maupun olahan urutan yang bisa tahan dalam beberapa hari hingga hari raya Kuningan," tutur Sumardika (40), salah seorang warga setempat.

Ia menuturkan, seekor babi dengan berat 100 kg milik salah seorang warga dibeli secara patungan bersama sepuluh orang dengan pembagian sama rata.

Sementara masyarakat perkotaan, khususnya di Kota Denpasar hanya sebagian kecil yang melakukan pemotongan babi di rumah tangga. Mereka kebanyakan membeli dalam bentuk daging babi yang sudah bersih siap diolah di pasar-pasar tradisional.

Masyarakat Bali, baik di kota maupun pedesaan pada hari Penampahan Galungan tetap melakukan tradisi "ngelawar" dan membuat aneka jenis masakan khas Bali.



Daging ayam naik

Harga daging ayam maupun babi di pasar Badung, jantung Kota Denpasar menjelang hari raya Galungan ini naik, akibat konsumen membutuhkan dalam waktu yang bersamaan, disamping pengaruh dari kenaikan kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Daging ayam naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 27.500/kg, ampela hati ayam sebelumnya Rp 15.000 kini bisa mencapai Rp 20.000/kg mengalami kenaikan Rp 5000/kg, sedangkan untuk ususnya sebelumnya Rp 10.000 kini mencapai Rp 12.000.kg.

Sementara untuk daging ayam kampung dibandrol dengan harga Rp 43.500 per kilogram sebelumnya masih Rp 43.000 mengalami kenaikan sebesar Rp 500/kg, ujar seorang pedagang ibu Asih.

Daging sapi kualitas I Rp 89.000, sebelumnya tercatat Rp88.000 atau meningkat Rp 1000/kg. Daging babi sebelum ada kenaikan harga Rp55.000 sekarang menjadi Rp 58.000-Rp60.000 per kilogram.(MFD)

Pewarta: Oleh IK Sutika

Editor : Mayolus Fajar Dwiyanto


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014