Singaraja (Antara Bali) - Dalam adegan rekonstruksi kasus perampokan di kantor Pegadaian Unit Pelayanan Hardys Singaraja yang berlangsung, Rabu, terungkap bahwa luka di bagian kepala korban Mirza Resti Nirmala (24) disebabkan oleh hantaman palu.

Tersangka pelaku Gede Mertayasa alias Bagler (36) selain terlihat membentur-benturkan kepala korban Resti ke bagian lantai kantor pegadaian, juga memukul bagian kepala korban menggunakan palu.

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Dewa Nyoman Adnyana membenarkan itu. "Bagian kepala korban sempat dihamtam dengan palu sebanyak dua kali," katanya.

Dikatakan, tindakan itu dilakukan setelah tersangka sempat mencekik dan memukul kepala korban dengan tangan kosong saat ia minta korban untuk melihat layar komputer terkait dengan barang yang digadaikannya.

Menurut Kasat, palu tersebut dipukulkan ke bagian belakang kepala Resti saat korban tersungkur usai dipukul dengan tangan kosong oleh Bagler, atau tepatnya ketika berada di bawah meja kerja kantor Pegadaian Unit Hardys Singaraja, Bali.

Adnyana menyebutkan, palu tersebut dipinjam Bagler dari seorang pemilik bengkel yang berada di sebelah barat kantor KPU Buleleng, yang diakuinya sebagai teman serta tempat Bagler bersantai.

"Selain menemukan unsur perencanaan, kami juga menemukan penyebab keretakan yang ada di bagian belakang kepala korban, dan ternyata disebabkan pukulan palu sebanyak dua kali," papar Adnyana.

Terkait dengan kepemilikan palu tersebut, Adnyana mengatakan, Ketut Mertayasa selaku pemilik bengkel hanya dilibatkan sebagai saksi dalam peristiwa kejahatan yang dilakukan Bagler.

Ketut Mertayasa alias Nyamprut yang dikonfirmasi terpisah setelah proses rekonstruksi berlangsung, mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kalau palu yang sempat dipinjam Bagler akhirnya dipakai melancarkan aksi kejahatan.

"Waktu itu Bagler datang dan meminjam palu yang katanya untuk pasang poster di kamar. Karena sudah kenal lama dan alasannya ingin pasang gambar, maka saya masukan ke dalam kantong plastik putih kemudian menyerahkannya kepada dia," papar Nyamprut.

Menurutnya, saat Bagler mengembalikan palu miliknya, memang dia terlihat terburu-buru dengan melemparkan begitu saja benda itu, lalu pergi tanpa banyak bicara.

Nyamprut mengatakan, saat tersangka mengembalikan palu tersebut dirinya sedang memperbaiki sebuah sepeda motor, dan Bagler langsung melemparkan benda itu ke tanah tepat di depan kotak peralatan bengkel miliknya.

Dari keterangan Nyamprut, tersangka Bagler memang sifatnya pendiam dan tidak terlalu banyak bicara. Tapi, banyak orang yang mengaku sempat ditipu olehnya dengan modus meminjam uang tanpa mengembalikan.

"Termasuk ke saya juga sering seperti itu, tapi karena teman dan kasihan, maka saya biarkan dan tidak pernah minta. Tapi ternyata tidak menyangka, ternyata dia pelaku perampokan," ucap Nyamprut.

Resti, karyawan pegadaian yang menjadi korban aksi tersebut, akhirnya meninggal dunia setelah beberapa hari sempat dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010