Denpasar (Antara Bali) - Pengusaha dan eksportir Bali berupaya mengembangkan pangsa pasar baru hingga ke konsumen Amerika Tengah dan Selatan, di samping tetap membina pasar Amerika Serikat yang sudah menjadi pasar tradisional kerajinan Pulau Dewata.

"Jangkauan pangsa pasar tersebut tentu berkat perkembangan sektor pariwisata, di samping mengembangkan promosi lewat media sosial di dunia maya," tutur Pengusaha dan eksportir aneka barang kerajinan daerah ini, Made Sunarta di Denpasar Sabtu.

Dengan cara tersebut, pengusaha kecil dan kerajinan daerah ini mampu mengembangkan sayapnya dengan memasarkan aneka barang kerajinan bernilai seni dan matadagangan non migas lainnya hingga ke negara yang jaraknya sangat jauh.

"Amerika Serikat sudah merupakan pasar tradisional kerajinan Bali selama ini, tetapi untuk Amerika Tengah dan Selatan merupakan pengembangan pangsa pasar baru, sehingga realisasi perdagangannya masih relatif sedikit," ujar Made Sunarta.

Ia mengakui, bahwa para pengusaha atau eksportir di daerah ini dituntut bisa mengembangkan potensi pasar ekspor ke negara-negara, seperti Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah, yang selama ini belum tergarap secara intensif.

Pangsa pasar negara itu sangat potensial termasuk ke Amerika Tengah dan Selatan, kata pria setengah baya itu sambil menyebutkan ekspor Bali ke Brasilia, Kolombia dan Argentina, Amerika Selatan cukup menggembirakan walau tingkat pemula.

Aneka barang kerajinan yang dikapalkan ke negara di kawasan itu berupa perabotan rumah tangga jenis antik, pakaian jadi, aneka barang kerajinan berbahan baku kayu, anyaman bambu termasuk perhiasan perak yang dibuat secara antik.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali mencatat, perolehan devisa dari perdagangan aneka kerajinan dan nonmigas lainnya ke Amerika Selatan sudah menembus angka 4,8 juta dolar AS selama Januari-Juli 2014.

Hasil perdagangan selama tujuh bulan pertama 2014 tersebut dinilai cukup menggembirakan terutama memenuhi permintaan pasar dari Brasilia yang sudah membeli seharga 2,5 juta dolar, Kolombia 1,5 juta dolar dan sisanya terjual ke Uruguay, Argentia dan Venezuela.

Sedangkan ke Amerika Tengah baru menembus 1,2 juta dolar selama Januari-Juli 2014, dari tujuh negara lainnya tercatat sebagai pembeli masih di bawah 500 ribu seperti Bahama hanya mengimpor seharga 445 ribu dolar, Puortorico 457 ribu dolar.  (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014