Isi Laporan Resmi Malaysia Soal MH370

Jumat, 2 Mei 2014 11:07 WIB

Kuala Lumpur/Paris (Antara Bali) - Malaysia pada hari Kamis merilis laporan paling komprehensif tentang kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.

Seperti dikutip dari Reuters, laporan itu mengungkapkan ada jarak empat jam sejak Malaysia Airlines mulai tidak melapor ke menara kontrol dengan keputusan untuk melakukan operasi pencarian.

Dokumen bertanggal 9 April itu diterbitkan oleh Kementerian Transportasi Malaysia.

Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014 berisi 239 penumpang serta kru.

Pesawat itu berangkat dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing.

Laporan tersebut menegaskan bahwa radar militer melacak pesawat itu saat belok ke arah barat melintasi Semenanjung Malaysia pada pagi hari tanggal 8 Maret.

Menurut laporan itu, operator radar tidak mengambil tindakan lebih lanjut karena pesawat itu dianggap "bukan pesawat musuh".

Dalam pernyataan yang disertakan pada laporan tersebut, penjabat Menteri  Pertahanan dan Transportasi Hishammuddin Hussein mengatakan data militer diputar ulang pagi itu.

Setelah dia dan Perdana Menteri Najib Razak diberitahu kemungkinan pesawat itu telah berputar arah, kapal perang dan pesawat dikerahkan untuk mencari MH370 di Selat Malaka.

Laporan ini juga menggambarkan kepanikan saat melacak MH370.

Menara kontrol lalu lintas udara di Kuala Lumpur menghubungi sejawat mereka di Singapura, Hong Kong, Phnom Penh, dan Kamboja.

Menara Kuala Lumpur pertama kali mengetahui ada masalah ketika menara kontrol di Ho Chi Minh City, Vietnam, memberi tahu bahwa mereka tidak mendapat laporan dari pilot MH370.

Pesawat itu hilang ketika menara Ho Chi Minh menjadi pihak yang mendapat giliran untuk memantau pesawat  tersebut.  

Menara Ho Chi Minh mengatakan kepada menara malaysia bahwa "blip radar" hilang pada titik navigasi yang disebut BITOD, sekitar setengah perjalanan antara Malaysia dan Vietnam.

Penyidik ​​menduga radar transponder pesawat dimatikan sekitar waktu itu.

Maskapai Malaysia Airlines awalnya keliru dengan mengatakan kepada menara kontrol bahwa pesawat berada di atas Kamboja dan kemudian telah melintasi Vietnam.

Ternyata, hal itu hanya perkiraan dan bukan yang sebenarnya.

Turut dirilis ke publik untuk pertama kalinya adalah rekaman percakapan antara kokpit MH370 dan menara Kuala Lumpur serta peta yang menunjukkan kemungkinan jalur penerbangan MH370.

Rekaman diakhiri dengan kalimat bernada datar "good night" (selamat malam) dan call sign.

Rekaman diawali dengan kontak ketika pesawat masih di darat dan semua tampaknya berlangsung normal tanpa tanda-tanda stres.

Menurut peta pada laporan itu, MH370 berbalik arah dari Laut Cina Selatan, mengambil jalur memotong ujung selatan Thailand dekat perbatasan dengan negara bagian Kelantan di Malaysia.

Selanjutnya, MH370 melintasi Semenanjung Malaysia.

Pesawat itu lalu belok ke barat di Selat Malaka dekat Penang lalu terbang keluar batas cakupan radar militer Malaysia.

Dari titik tersebut, para penyelidik hanya bisa menggantungkan diri pada perkiraan jalur yang disusun berdasarkan "jabat tangan" elektronik yang terdeteksi oleh suatu satelit Inggris.

Hal ini terjadi beberapa hari setelah hilangnya MH370.

Setelah lepas dari cakupan radar militer Malaysia, MH370 menurut para peneliti belok ke selatan dan terbang di atas ujung utara Pulau Sumatera hingga ke Samudera Hindia di lepas pantai barat Australia.

Penerjemah: Aditia Maruli

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014

Terkait
Terpopuler