Denpasar (Antara Bali) - Warga Kabupaten Badung, Bali, penerima beras untuk rakyat miskin (Raskin) Tahun 2014 jumlahnya berkurang sehubungan dengan berkurangnya jumlah masyarakat miskin.

"Berkurang jumlah KK miskin di Badung, maka secara keseluruhan di Bali masih tercatat Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) sebanyak 150.815 keluarga, angka itu melorot jika dibandingkan Desember 2012 sebanyak 180.862," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bali, Gede Rempiana di Denpasar, Sabtu.

Badung, sebagai daerah terkaya di Bali dengan pendapatan asli daerah (PAD) terbesar dari hasil pungutan sektor pariwisata masih memiliki masyarakat kurang mampu sebanyak 9.883 kelurga, pada hal Desember 2013 tercatat 12.410 keluarga.

Berkurang jumlah RTM-PM di daerah itu, berpengaruh terhadap usaha pemerintah menyediakan beras bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu yang tersebar di 715 desa di delapan kabupaten dan satu kota di Bali itu sebanyak 2.262 ton per bulan.

Sesuai catatan yang ada, RTS-PM yang ada di Bali saat ini, Kabupaten Buleleng memiliki yang terbanyak yakni 42.075 keluarga, jumlah itu juga berkurang dari akhir Desember 2012 sebanyak 47.511 keluarga, menyusul Karangasem 24.063 keluarga.

Jumlah RTS-PM Karangasem kali ini berkurang dari sebelumnya 26.787 keluarga dan diperingkat tiga diduduki Kabupaten Gianyar yang dikenal sebagai daerah seni di Bali memiliki 21.266 keluarga miskin, berkurang dari sebelumnya 24.046 keluarga.

Tabanan yang mengklaim diri sebagai daerah lumbung beras di Pulau Dewata memiliki keluarga kurang mampu dan menerima beras bersubsidi dari pemerintah sebanyak 19.114 keluarga berkurang dari sebelumnya 21.592 keluarga.

Gede Rempiana menjelaskan, persediaan beras untuk masyarakat miskin di daerah ini tidak ada masalah, berapa pun yang diperlukan bisa terpenuhi, katanya sambil menyebutkan persediaan beras nasional di daerah ini 7.437 ton.

Jumlah persediaan beras itu cukup untuk beberapa bulan ke depan, kata dia, sambil menyebutkan bahwa realisasi beras untuk masyarakat berkekurangan itu sejak Januari hingga 16 April 2014 mencapai 10.918 ton atau 80,44 persen dari rencana semula 13.573 ton.

Besar realisasi Raskin selama 3,5 bulan awal 2014, karena ada program Pemerintah mempercepat penyaluran Raskin yang diambil dari alokasi bulan November dan Desember 2014 untuk direalisasikan selama Pebruari dan Maret 2014.

Mempercepat merealisasikan beras dengan harga murah kepada masyarakat kurang mampu, hanya untuk menstabilkan harga salah satu keperluan pangan di pasaran sehingga mengurangi beban rakyat, disamping menekan angka inflasi.

Dalam proses mempercepat penyaluran Raskin, semua kabupaten dan kota di Bali sudah mengajukan surat permintaan alokasi raskin sesuai pagu yang ada yakni setiap kepala keluarga mendapatkan jatah membeli 15 kg per bulan dengan harga Rp1.600 per kg. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014