Denpasar (Antara Bali) - Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali memberikan peluang bagi pengusaha pabrik pengalengan ikan di daerah itu untuk mengimpor lemuru, di tengah menurunnya populasi ikan tersebut di Selat Bali.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Made Gunaja di Denpasar, Selasa, mengatakan menyikapi semakin menurunnya produksi ikan lemuru di Selat Bali, pihaknya saat ini sedang melakukan kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur untuk bersama-sama melakukan penelitian dan pengembangan.

"Perkiraan sementara kami, menurunnya populasi ikan lemuru akibat perubahan situasi di Selat Bali dan habitatnya memang mengalami penurunan," ujarnya.

Ia mengatakan penelitian sudah terus dilakukan dan sempat diprediksi keberadaan lemuru dari Selat Bali bermigrasi ke Madura. Namun, setelah dilakukan identifikasi keberadaan lemuru disana ternyata bukan berasal dari Bali.

"Kebutuhan lemuru dari tahun ke tahun terus menurun, sementara kebutuhan pabrik terus meningkat. Kalau kebutuhan ini tidak terpenuhi, dipastikan akan terjadi penghentian para pekerja di pabrik pengalengan," ujarnya.

Pihaknya berharap dari perusahaan pengalengan tidak sampai merumahkan para pekerja pabrik sehingga pemerintah terus berusaha melakukan penelitian agar ditemukan penyebab penurunan produksi ikan lemuru.

Gunaja menambahkan penurunan hasil tangkapan ikan lemuru oleh nelayan di Bali sudah terjadi sejak empat tahun lalu. Bahkan pada 2012 hasil tangkapan hanya mencapai 3.000 ton per tahun. Saat ini sudah ada peningkatan sedikit mencapai 7.000-8.000 ton per tahun.

Lemuru ini kebanyakan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan semua pabrik pengalengan ikan memproduksi ikan sarden. Namun, sekarang Bali kekurangan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pabrik.

"Setiap pabrik membutuhkan rata-rata ikan lemuru 2.000 ton per tahun sedangkan pabrik pengalengan ikan di Jembrana saja sudah ada tiga dengan demikian kita kewalahan bahan baku," katanya.

Terkait dengan kurangnya bahan baku pembuatan sarden tersebut, pihaknya memberikan kebjakan untuk impor bahan baku.

"Kami izinkan untuk imporsementara karena permintaan ikan sarden dari Bali sangat besar dan angkanya paling tinggi menuju Afrika. Kalau nantinya kebutuhan sudah terpenuhi kebijakan impor akan dihentikan," ujar Gunaja. (LHS)

Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati

Editor : Ni Luh Rhismawati


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014