Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah menyadari pentingnya peranan tanaman kelapa sebagai kearifan lokal, selain memiliki nilai ekonomi tinggi, mulai dari janur, buah termasuk kelapa mudanya, juga bermanfaat untuk mendukung kegiatan ritual keagamaan masyarakat Bali.

"Kelapa selain sebagai salah satu komoditas andalan, juga tidak bisa lepas dari kegiatan keagamaan dan ritual adat bagi masyarakat daerah kita," kata Kepala Dinas Perkebunan Bali, Ir. IDM Bhuana Duwuran, M.P di Denpasar Sabtu.

Bali sebagai daerah tujuan pariwisata internasional memerlukan banyak kelapa muda untuk memenuhi konsumen masyarakat lokal maupun wisatawan dalam dan luar negeri yang melakukan perjalanan wisata ke daerah ini.

Harga kelapa muda di rumah makan, hotel jauh lebih mahal jika dibandingkan buah kelapa yang sudah tua, maka tidak mengherankan jika Pulau Dewata kebanjiran kelapa muda yang didatangkan dari luar daerah untuk konsumsi turis.

Bhuana Duwuran mengatakan, areal tanaman kelapa dalam di Bali saat ini mencapai 70.609 hektare, namun sebagian sudah tua dan rusak, sehingga tidak produktif lagi, yakni sekitar 1.445 hektare .

Areal tanaman ini hampir tersebar di seluruh Bali. Dari areal tersebut produksi buah kelapa dalam di Bali rata-rata mencapai 66.838,62 ton per tahun, dan pemerintah berupaya meningkatkan populasi serta produksi tanaman kelapa dalam.

Ia mengatakan, Dinas Perkebunan Bali terus melakukan upaya peremajaan dan mengintensifkan pemeliharaan, melalui dana APBN Ditjen Perkebunan tahun 2014 dengan alokasi dana guna melakukan peremajaan tanaman kelapa seluas 750 hektare.

Peremajaan tanaman kelapa dalam, dengan dukungan dana APBN mencapai Rp2 miliar bekerja sama dengan kelompok petani yang tergabung dalam subak abian (organisasi tradisional petani di Bali) tersebar di beberapa kabupaten.

Bhuana Duwuran mengatakan, daerah yang menerima program peremajaan tersebut, antara lain Kabupaten Klungkung untuk 200 hektare melibatkan delapan subak abian meliputi kecamatan Dawan, Klungkung, Banjarangkan, dan Nusa Penida.

Sementara di Karangasem seluas 100 hektare melibatkan empat subak abian di kecamatan Kubu, di Kabupaten Jembrana 250 hektare menyasar lima subak abian di Melaya dan Negara, serta di Kabupaten Gianyar 200 hektare menyasar 28 subak abian. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014