Denpasar (Antara Bali) - Delapan negara telah mengirimkan film dokumenter untuk mengikuti festival film di Kuta, Bali, dalam rangkaian Forum Budaya Dunia (WCF) 2013 pada 25-27 November 2013.

Selain Indonesia sebagai tuan rumah, negara peserta yang ikut festival itu adalah Rusia, Jepang, Turki, Spanyol, Meksiko, Brazil, dan China.

"Festival film yang berbasis budaya tersebut merupakan implementasi kebersamaan dan kesetaraan bangsa-bangsa yang menjadi peserta WCF di Bali," kata Slamet Rahardjo, tokoh perfilman nasional, di Denpasar, Sabtu.

Festival itu tidak hanya memutar film, melainkan juga menyelenggarakan diskusi yang pembicaranya melibatkan tokoh-tokoh di balik layar lebar dari berbagai negara.

Menurut dia, film merupakan media yang memiliki daya pengaruh tinggi. Dengan demikian, pada ajang festival film budaya itu dipastikan akan lebih cepat dipahami dan dirasakan ketika memanfaatkan film sebagai media untuk menyampaikan pesan.

Festival film tersebut akan menampilkan film dari beberapa negara peserta yang memberikan gambaran luas tentang tata kehidupan budaya.

"Dengan menggalakkan kembali harkat kebudayaan bangsa-bangsa yang selama tiga dekade ini telah tereleminasi oleh gerakan global menjadi sangat mendesak mengingat dunia saat ini didominasi oleh budaya yang tunggal warna," kata Slamet.

Menurut dia, pendorong paling utama penyelenggaraan WCF adalah kesadaran bahwa hakikatnya setiap bangsa memiliki kesetaraan dalam kebudayaan.

"Hanya dengan kesejajaran dan kesetaraan harkat budaya setiap bangsa akan dapat berhubungan secara seimbang dan saling menghormati," ujar peraih lima Piala Citra itu. (WRA) 

Pewarta: Oleh Wira Suryantala

Editor : I Gede Wira Suryantala


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013