Denpasar (Antara Bali) - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) masih menelusuri identitas biro perjalanan wisata yang busnya masuk jurang dan menewaskan empat wisatawan asal China di kawasan Pecatu, Kabupaten Badung, Senin (18/11).

"Kami masih menelusuri apakah BPW yang memiliki bus itu termasuk anggota Asita atau tidak. Saya mengetahui terjadinya kecelakaan bus itu kemarin sudah sore karena baru datang dari Sumatera," kata Ketua DPD Asita Provinsi Bali Ketut Ardana di Denpasar, Selasa.

Pihaknya juga akan mencari informasi detail apakah bus yang dipakai itu termasuk produksi baru atau lama. "Tidak jarang ada BPW yang menggunakan bus bodinya masih baru, tetapi mesinnya keluaran lama," ujarnya.

Menurut dia, peristiwa kecelakaan yang menewaskan empat wisatawan asal China, satu sopir, dan satu pemandu wisata itu sebenarnya sangat tidak diinginkan karena akan memberikan citra kurang bagus bagi wisatawan mancanegara yang hendak ke Bali.

"Wisatawan asing ketika berkunjung ke Bali tentu menginginkan keamanan dan kenyamanan, tetapi dengan kasus ini bisa berdampak menurunkan kepercayaan wisatawan," katanya.

Di sisi lain, Ardana mengatakan persaingan BPW untuk pasar wisatawan China selama ini memang cukup ketat sehingga perlu ditelusuri apakah sudah menggunakan bus dengan kondisi mesinnya yang masih bagus atau tidak.

"Secara umum, memang masing-masing BPW biasanya sudah menetapkan standar kualitas pelayanan, baik dari sisi armada yang digunakan maupun sumber daya manusianya dengan harapan dapat memberi kepuasan bagi wisatawan," ujarnya. (LHS)

Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati

Editor : Ni Luh Rhismawati


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013