Banda Aceh (Antara Bali) - Sebanyak 48.563 jiwa korban gempa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah mengungsi karena rumah mereka rusak akibat bencana alam pada Selasa (2/7) itu.

"Data sementara yang kami peroleh dari kecamatan terparah dampak gempa itu pengungsi mencapai 48.563 orang, termasuk mereka yang mendirikan tenda di depan rumahnya," kata Kabag Humas dan Protokol Sekdakab Aceh Tengah Mutafa Kamal di Takengon, Minggu.

Ia menjelaskan, penambahan jumlah pengungsi tersebut setelah semua kecamatan mengirimkan data penduduknya ke Pemkab Aceh Tengah.

"Selama ini data yang dikumpulkan hanya pengungsi di dua kecamatan yang terkena dampak terparah. Sementara pengungsi di 10 kecamatan lain  baru didata," katanya menambahkan.

Peningkatan jumlah pengungsi juga disebabkan adanya warga yang selama ini tidak terdata di lokasi pengungsian karena lebih memilih tetap tinggal di sekitar rumahnya yang rubuh dengan membangun tenda darurat.

"Meski mereka tidak tinggal sementara di pengungsian namun korban yang rumahnya juga rusak berat tetap bertahan dibawah tenda plastik didirikan di dekatnya rumah yang rusak, dan mereka tergolong pengungsi," kata Mustafa Kamal.

Aceh Tengah merupakan wilayah terparah terkena dampak gempa 6,2 Skala Richter yang mengakibatkan 32 orang meninggal dunia, 92 luka berat, tujuh orang masih hilang dan hampir  400 luka ringan. (LHS)

Pewarta: Oleh Azhari

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013