Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat deflasi pada Januari sebesar 0,34 persen.

“Pada Januari secara bulanan inflasi Bali tercatat minus atau deflasi sebesar 0,34 persen,” ucap Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Bali I Made Agus Adnyana di Denpasar, Senin.

Ia menyampaikan kondisi deflasi pada awal tahun kerap terjadi mengingat Bali daerah pariwisata yang umumnya mengalami permintaan tinggi pada akhir tahun.

Sehingga saat memulai tahun yang baru akan terjadi penurunan signifikan akibat penurunan permintaan kebutuhan pariwisata.

“Karena Desember memang biasanya tinggi banyak permintaan ya, ada Hari Raya Natal, tahun baru, dan kunjungan wisman, tentu ini berpengaruh di Desember,” kata Made Agus.

“Jadi dibandingkan Desember dengan Januari, Januari dari sisi permintaan pasti sudah turun, biasanya begitu awal tahun,” sambungnya.

BPS Bali melihat deflasi Januari 2026 disumbangkan terutama oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil deflasi 0,46 persen.

Jika ditelusuri lebih dalam, komoditas penyumbang deflasi juga didominasi kelompok makanan, minuman dan tembakau, yaitu cabai rawit yang deflasi bulanan hingga 33,89 persen atau memberi andil 0,21 persen.

Disusul cabai merah dengan deflasi 36,61 persen atau memberi andil 0,09 persen, bawang merah mengalami deflasi 19,74 persen dengan andil 0,18 persen, dan daging ayam ras mengalami deflasi 1,04 persen dengan andil 0,03 persen.

“Itu memang naik turun seperti cabai, kadang-kadang dia naik sampai 100 persen naiknya, besoknya pas panen raya dia turun, jatuh lagi harganya, itu yang kita bisa perhatikan, ada yang faktor musiman, ada yang tidak,” ujar Made Agus.

Meski sejumlah komoditas makanan mengalami deflasi, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi selama Januari 2026.

Pertama adalah tarif parkir yang disesuaikan di Kabupaten Badung mengakibatkan inflasi 16,77 persen atau memberi andil 0,05 persen, sewa rumah mengalami inflasi 1,41 persen atau andil 0,03 persen, emas perhiasan inflasi 7,14 persen atau andil 0,03 persen, dan tongkol diawetkan inflasi 20,24 persen atau andil 0,03 persen.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026